SEKOLAH LAPANG (SL) BUDIDAYA GURAMI DI BANJARNEGARA

Kamis, 22 Agustus 2019 08:21:41 - Oleh : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo | Kontributor : Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., M.Si.

Organisasi

Sekertaris Dinas

Kabid Budidaya

Kabid Kelautan

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu dan Kamis tanggal 7-8 Agustus 2019 melakukan kunjungan lapang tentang Sekolah Lapang (SL) Budidaya Gurami di Banjarnegara, Jawa Tengah. Tujuan kunjungan lapang tersebut untuk mengetahui manajemen di kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) yang ada di Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta, yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Penyuluh Perikanan Lapangan dan POKDAKAN. Rombongan diterima oleh Kepala Bidang Perikanan berserta Tim dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, di Pasar Ikan Purwonegoro. Pasar ini memiliki luas 1 Ha dan merupakan tanah milik kas Desa Purwonegoro. Setelah pembukaan peserta melihat dan mengamati kegiatan yang ada di pasar, baik berbagai jenis dan ukuran ikan yang diperjual belikan, harga jual maupun distribusinya. Tujuan melihat pasar ikan ialah untuk mengetahui potensi dan kebutuhan pasar ikan, dari ukuran telur, benih maupun konsumsi. Diharapkan peserta mampu memetakan dan menggali potensi di lokasi masing masing, agar produksi yang dihasilkan mampu diterima pasar dan mencukupi kebutuhan pasar. Acara selanjutnya rombongan berkunjung ke POKDAKAN Ledong, Dusun Kalimendong, Desa Danareja, Kecamatan Purwonegoro. POKDAKAN ini melakukan pemijahan lele dan mampu memproduksi benih lele sebanyak 3.000.000 ekor per siklus (40 hari) sehingga mampu mensuplai benih lele di Banjarnegara dan sekitarnya. Pada kesempatan ini rombongan ingin mengetahui bagaimanan manajemen yang diterapkan sehingga bisa berkembang pesat sampai sekarang. Hal yang menarik dari POKDAKAN dalam memproduksi benih sebanyak itu ialah menjalin kemitraan dengan pokdakan lain untuk melakukan pemijahan lele dengan cara meminjamkan induk lele dan menampung hasil produksi benihnya. Penjualan benih ini dilakukan melalui satu pintu. Sehingga kualitas dan kuantitas benih dapat terjaga dengan baik. Dengan pengelolaan kelompok yang professional seperti ini mampu mensejahterakan anggota kelompok. Tempat ke-3 yang dikunjungi ialah POKDAKAN Candiwulan. Kelompok ini melakukan pemijahan gurami baik secara massal maupun system individu dengan luas lahan 2 Ha dan mampu memproduksi benih gurami sebanyak 150.000 butir per siklus. Dilanjutkan ke lokasi selanjutnya yaitu Kawasan Budidaya Mina Padi di POKDAKAN Bangun Tani yang beralamat di Desa Kertayasa Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara dengan ketua Sumariyo, Luas usaha : 5 Ha, dengan produksi rata – rata 2 Ton / Ha, untuk memelihara komoditas nila hitam. Foto 1. Foto Bersama Peserta dan Panitia SL Budidaya Gurami Foto 2. Kondisi Pasar Ikan Purwonegoro Foto 3. Komoditas Ikan yang di Jual Foto 4. Foto Bersama Pembudidaya di Ledong Foto 5. Kolam Budidaya di Mina Sari Foto 6. Kolam Pembenihan di Ledong Foto 7. Diskusi dengan Kelompok Mina Candi Wulan Foto 8. Kolam di Candi Wulan Foto 9. Kondisi Mina Padi di POKDAKAN Bangun Tani

« Kembali | Kirim | Versi cetak