PELATIHAN BUDIDAYA UDANG VANAME

Senin, 23 September 2019 09:25:18 - Oleh : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo | Kontributor : Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., M.Si.

Pembukaan acara pelatihan budidaya udang vaname

Organisasi

Sekertaris Dinas

Kabid Budidaya

Kabid Kelautan

Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo mengadakan pelatihan budidaya udang vaname pada hari Rabu tanggal 18 September 2019. Pelatihan ini diadakan di rumah bapak Suwardi yang beralamat di Trisik, Sidorejo, Banaran, Galur, Kulon Progo. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang merupakan para pembudidaya udang di Trisik. Tujuan dari pelatihan ini ialah untuk menambah pengetahuan dan wawasan para pembudidaya udang vaname.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan, Bapak Ir. Leo Handoko dan dilanjutkan dengan pemberian materi pelatihan oleh para Dosen dari Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc., Dr. Ir. Alim Isnansetyo dan Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.. Materi yang diberikan ialah Teknologi dan Segmentasi Usaha Budidaya Udang Vaname Intensif; Penanganan Hama dan Penyakit Pada Udang Vaname; dan Manajemen Kualitas Air, Limbah dan Lingkungan.

   Hal pertama yang dilakukan dalam memulai usaha budidaya udang adalah melihat adanya ketersediaan air. Air ini sangat penting perannya karena merupakan media untuk hidup udang. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah dari mana air ini berasal, kualitas air dan pasang surut air laut. Kedua ialah lahan. Lahan ini dapat di ditentukan dengan melihat kualitas tanah, topografi, elevasi, resiko banjir dan aspek klimatologis. Ketiga ialah infrastruktur yang dapat membantu kelancaran kegiatan selama budidaya berlangsung.

Lokasi yang digunakan untuk budidaya udang di daerah trisik ini sudah memenuhi beberapa point yang dipersyaratkan. Selanjutnya apa yang dimaksud dengan intensif? Intensif disini ialah budidaya udang dengan kepadatan > 300 ekor/m2 udang ukuran benur atau 1000-2500 benur/m3; desain dan kontruksi wadah yang managable; pergantian air sedikit atau tidak sama sekali yang dilengkapi dengan resirkulasi; benih sudah menggunakan yang SPF (Specific Pathogen Free) dan SPR (Spesific Pathogen Resistant); penggunaan pakan yang sesuai ukuran udang, komplit dan gizi yang seimbang; pengelolaan kualitas air yang menggunakan aerasi secara terus menerus, dimonitor dan kisarannya selalu optimum; dan produksi tinggi.

Salah satu teknologi untuk menyediakan oksigen terlarut yang diterapkan di Departemen Perikanan UGM ialah penggunaan Micro-bubble Generator atau disingkat dengan MBG. Alat ini akan diletakkan di dasar kolam/tambak dengan jumlah pipa yang dapat disesuakan dengan ukuran kolam/tambak yang digunakan. MBG ini berfungsi untuk menghasilkan gelembung udara dalam ukuran mikron. Keuntungan yang didapat dengan ukuran mikron ini ialah  jumlah oksigen yang dihasilkan akan lebih banyak, gelembung akan pecah lebih lambat dan lebih lama sampai ke permukaan air, daya apung rendah, dan tekanan yang dihasilkan tinggi.

Penyakit yang sering menyerang udang misalnya white feces syndrome, Enterocytozoon hepatopenaei (EHP), white spot syndrome virus (WSSV), early mortality syndrome (EMS). Udang mempunyai struktur klasifikasi yang rendah dari pada ikan sehingga belum tersedia vaksin untuk udang dan langkah yang pertama dilakukan adalah pencegahan. Pencegahan dari hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara menjaga interaksi dari tiga komponen yaitu inang (udang), pathogen dan lingkungan. Untuk menjaga ketiga komponen tersebut perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1.      Monitoring secara rutin meliputi benih, kepadatan, tingkah laku udang, nafsu makan dan perubahan warna

2.      Monitoring lingkungan meliputi organisme lain di lingkungan kolam, sumber air, filter, sanitasi, persiapan kolam, suhu, pH, oksigen dan ammonia.

3.      Monitoring penyebab penyakit meliputi musim, penyakit baru dan wabah dari daerah lain.

Manajemen kualitas air untuk budidaya dapat dilakukan dengan menyediakan tambak penampungan air, perlakuan air sebelum berbudidaya, saat berbudidaya dan setelah berbudidaya (pengelolaan limbah). Kolam penampungan air ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel air yang terlarut dan dilakukan penambahan oksigen agar didapatkan kualitas air yang optimum untuk budidaya udang. Kualitas air saat budidaya yang harus dijaga meliputi aspek fisika, kimia dan biologi. Sedangkan air setelah budidaya juga harus diolah agar tidak mencemari lingkungan. Pengolahannya dapat dilakukan dengan mengendapkan air setelah budidaya dan digunakan untuk budidaya rumput laut atau kekerangan yang dapat menyerap bahan organik.

 

Foto 1. Penyampaian materi oleh Dr. Ir. Alim Isnansetyo

 

Foto 2. Penyampaian materi oleh Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.

 

Foto 3. Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Rustadi M.Sc.

 

Foto 4. Peserta pelatihan sangat antusias mendengarkan materi

 

Foto 5. Diskusi mengenai lay out tambak

« Kembali | Kirim | Versi cetak