Pundi Rupiah dari Limbah Perikanan: Pelatihan Pengelolaan Limbah Perikanan

Jum`at, 27 September 2019 12:26:27 - Oleh : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo | Kontributor : drh. Retno Wahyuni

Organisasi

Sekertaris Dinas

Kabid Budidaya

Kabid Kelautan

Hari Selasa tanggal 17 September 2019, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo mengadakan Pelatihan Pengelolaan Limbah Perikanan di Pasar Ikan Gawok Wates. Acara ini ditujukan untuk pembudidaya ikan di Kabupaten Kulon Progo.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Dr. Hardaningsih dan Dr. Bambang Triyatmo dari Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Materi yang disampaikan berkaitan dengan karakteristik limbah dan pemanfaatan limbah perikanan. Limbah budidaya perikanan yang berupa air sisa pemeliharaan ikan mengandung banyak zat-zat organik, seperti phosphat, amoniak,  dan lain-lain. Zat-zat tersebut tidak baik untuk kehidupan ikan, namun baik sebagai pupuk. Karena itu, sangat sayang bila limbah tersebut hanya dibuang ke sungai. Sudah saatnya berpikir bagaimana memaksimalkan potensinya yang begitu besar.

Ada banyak inovasi yang dapat dilakukan, seperti budidaya cacing sutera, penghematan air dengan re-sirkulasi, dan usaha pertanian dengan pupuk organik limbah perikanan. Bahkan, ke depannya, limbah perikanan seyogyanya dapat diolah dan dikemas dengan baik sehingga mempunyai nilai jual tinggi. Jika berbagai usaha tersebut dapat dilakukan secara maksimal, maka limbah perikanan tidak dapat lagi dikatakan sebagai limbah, namun lebih tepat sebagai penghasil pundi-pundi rupiah.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Kahar AMKL narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo. Limbah perikanan tidak seharusnya dibuang langsung ke perairan umum. Air sisa budidaya perikanan harus diolah dulu sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan. Semua usaha yang berkaitan dengan pembuangan limbah ke perairan umum harus berijin.

Menurut Ibu Asmorowati, S.Pi., M.Sc., M. Eng., narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, perairan umum mempunyai fungsi yang krusial dalam ekosistem, karena itu kelestariannya harus dijaga. Pemerintah dalam hal ini DKP Kulon Progo, mempunyai berbagai program untuk menjaga kelestarian alam. Program yang dilakukan antara lain re-stocking (penebaran benih) ikan di sungai-sungai dan waduk Sermo di Kulon Progo. DKP KP juga membentuk Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) untuk membantu pemerintah dalam hal pengawasan keamanan perairan umum. Tugas kelompok tersebut antara lain mengawasi penangkapan ikan dengan setrum atau zat berbahaya.

Penyampaian materi oleh Dr. Bambang Triyatmo dari UGM

Penyampaian materi oleh Dr. Hardaningsih dari UGM

Peserta pelatihan menyimak materi

Penyampaian Materi oleh Bapak Kahar, AMKL. dari Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Kulon Progo

Penyampaian Materi oleh Ibu Asmorowati, S.Pi., M.Sc., M. Eng. Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo

« Kembali | Kirim | Versi cetak