Sosialisasi Kepada Petambak Udang di Selatan Proyek Bandara New Yogyakarta Internasional Airport

 

Dinas Kelautan dan Perikanan (DISLUTKAN) mengundang para petambak di selatan Bandara New Yogyakarta International  Airport (NYIA) (Senin, 21.1.2019). Acara tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait adanya pembangunan wind barrier di selatan NYIA. Rapat ini dihadiri oleh 35 orang petambak, Kepala Desa Glagah, Kepala Desa Jangkaran, Kepala Desa Sindutan, Kepala Desa Palihan, Kepala Desa Karangwuni, Camat Temon, Kejaksaan Negeri Wates, Polisi Pamong Praja, Polres Kulon Progo dan Polsek Pengasih. Rapat berlangsung dengan baik di ruang aula DISLAUTKAN.

Bapak Ir. Sudarno, MMA., selaku kepala DISLAUTKAN memberikan informasi kepada para petambak bahwa bulan Maret 2019 Angkasa Pura akan membangun kawasan penyangga bandara atau wind barrier di sisi selatan Bandara. Sehingga para petambak dihimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi supaya kegiatan budidaya udang tidak mengalami kerugian.

Para petambak setelah mendengar infomasi dari Kepala DISLAUTKAN menyampaikan beberapa aspirasi sebagai berikut:

a.         Mohon pemberitahuan waktu yang pasti tentang pelaksanaan pembangunan wind barrier dari Angkasa Pura.

b.        Bagaimana solusi dan perlindungan pemerintah untuk para petambak udang yang menggantungkan hidupnya dari usaha budidaya udang di tambak.

c.         Usulan rekolasi tambak udang di Dusun Kledekan, Nglawang dan Bulak, barat Pasir Mendit yang sekarang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Purworejo.

 

Foto 1. Suasana rapat koordinas dengan pembudidaya udang di selatan Bandara NYIA

Foto 2. Suasana rapat koordinas dengan pembudidaya udang di selatan Bandara NYIA

Foto 3. Penyampaian aspirasi dari petambak udang di selatan Bandara NYIA

Foto 4. Penyampaian aspirasi dari petambak udang di selatan Bandara NYI