PELATIHAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK DI PASAR IKAN NAGGULAN

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada hari kamis tanggal 10 April 2019 mengadakan pelatihan bagi pembudidayaan ikan tentang cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Tujuan pelatihan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan pembudidaya ikan/kelompok pembudidayaan ikan (POKDAKAN) dalam cara budidaya ikan yang baik. Pelatihan CBIB dilaksanakan di Pasar Ikan Nanggulan (PIN). Peserta dihadiri oleh 25 orang yang berasal dari POKDAKAN di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Nanggulan.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Drs. Armansyah GS., M.Si. Dilanjutkan dengan pemberian materi tentang “Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya di Kabupaten Kulon Progo”. Materi “Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan” disampaikan oleh Penyuluh Perikanan kecamatan Samigaluh, Ardiriyanto BN, SP. Materi “Mekanisme Sertifikasi CBIB” disampaikan oleh Penyuluh Perikanan kecamatan Girimulyo, Ichwanudin, SP., MM. dan “Praktek Pengisian Form Sertifikasi CBIB” disampaikan oleh Aris kristiawan, S.Pi. yang merupakan asesor CBIB dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Tuntutan pasar internasional terhadap persyaratan mutu dan keamanan pangan hasil perikanan budidaya sangatlah ketat, sehingga dalam memproduksi ikan harus memperhatikan kualitas produk yang berdaya saing, ramah lingkungan, berkelanjutan, aman dikonsumsi maupun telusur. Untuk itu kita perlu menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). CBIB adalah cara memelihara dan/atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang
terkontrol sehingga memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan, obat ikan, dan bahan kimia, serta bahan biologis.

CBIB dapat tercapai jika kita memperhatikan sanitasi dan pengendalian dalam upaya pencegahan tercemar hasil perikanan budidaya dari berbagai bahan keamanan pangan seperti bakteri, racun, logam berat serta pestisida, maupun residu bahan terlarang ( antibiotik, hormon dll) dan selalu mengaju kegiatan di standar operasional prosedur yang ada. Kegiatan yang harus diperhatikan adalah persiapan wadah budidaya, pengelolaan air, penebaran benih, pemeliharaan, pemberian pakan dan pengelolaan kesehatan ikan, pemanenan, penangan hasil dan pengiriman produk perikanan.

Narasumber menjelaskan, ketika pembudidaya sudah menerapkan CBIB minimal 1 (satu) siklus produksi dan mencatat semua kegiatan budidaya sesuai standar operasional prosedur yang ada maka, dapat pengajukan sertifikasi CBIB kepada Dinas Keluatan dan Perikanan kabupaten/kota. Pengajuan tersebut selanjutnya akan diproses dan jika hasilnya memenuhi persyaratan nilai maka akan dikeluarkan sertifikat CBIB oleh DJPB. Diakhir sesi pertemuan, peserta menulis formulir pengajuan sertifikasi CBIB dan menyerahkannya kepada panitia untuk ditindaklanjuti.

 

Foto 1. Pembukaan pelatihan CBIB di PIN

 

Foto 2. Penyampaian materi oleh Drs. Armasyah GS., M.Si.

 

Foto 3. Penyampaian materi oleh Ardiariyanto BN, SP.

 

Foto 4. Penyampaian materi oleh Aris Kristiawan S.Pi.

 

Foto 5. Latihan mengisi form pengajuan sertifikasi CBIB