Emas Berkarat Mahal, Kalau Ikan Berkarat?

   Suatu hari, petugas kami mendapati keluhan dari pembudidaya,”Ikan lele saya kok berkarat, ya?” Meski ikan lele bukan semacam logam, namun pertanyaan ini tidak aneh dalam dunia kesehatan ikan. Yang dimaksud berkarat adalah penampakan tubuh ikan yang menjadi kuning keemasan seperti berkarat, terlihat jelas jika disoroti cahaya senter dalam kondisi gelap.

     Bentukan seperti karat pada ikan diakibatkan oleh parasit yang bernama Oodinium sp. Parasit ini sangat kecil seperti debu dengan ukuran 20-100 mikron. Penyakit yang disebabkan karena Oodinium ini biasa disebut Oodiniasis, Velvet Disease atau Gold Rust Disease. Sangat baik berkembang pada suhu 230-250 C dan menyerang insang, kulit, dan sirip.

    Parasit ini mempunyai siklus hidup yang berlangsung selama 6-12 hari. Dalam waktu tersebut, parasit ini tumbuh dan memperbanyak diri. Selama di tubuh inang menyerap nutrisi dan menjadi dewasa. Setelah itu, parasit akan melepaskan diri dari tubuh inang, lalu membelah diri dalam bentuk stadium gymnospora yang berenang bebas di air. Saat stadium ini parasit aktif mencari inang baru dan memulai siklusnya kembali. Jika dalam waktu 15-24 jam tidak menemukan inang, maka stadium tersebut akan mati.

     Sebagian besar jenis ikan hias (tawar dan laut) dan budidaya dapat terserang penyakit ini. Ikan yang masih muda atau benih sangat rentan terhadap serangan Oodinium. Bahkan pada tingkat serangan berat, penyakit ini bisa menyebabkan kematian 100 % dalam beberapa hari.

     Selain menyerupai karat, pada berbagai kasus  tampak ikan seperti ditaburi bedak atau diselimuti debu kelabu seperti beludru (velvet). Gejala lain antara lain ikan megap-megap, kehilangan nafsu makan, berenang lebih cepat, menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding kolam.

     Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  1. Mempertahankan suhu >290 C
  2. Garam dengan dosis antara 200-1000 gr /m3 , tergantung jenis dan ukuran ikan, selama beberapa jam, dipindahkan ke air yang bebas parasit, dan diulang setiap 2-3 hari.
  3. Larutan Cupri Sulfat (CuSO4) pada dosis 0,5-1,0 ppm selama 5-7 hari dengan aerasi kuat, dan air harus diencerkan (diganti) setiap hari.

Pengendalian tersebut lebih sering tidak bisa menutup kerugian, sehingga pencegahan lebih diutamakan. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga kualitas air, pemberian vitamin secara rutin, dan menerapkan biosekuriti dengan benar.

 

Pustaka

Anonim. 2011. Yogyakarta: Buku Saku Pengendalian Penyakit Ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DI Yogyakarta.

Anonim. 2008. Jakarta: Pedoman Umum Cara Pembenihan Ikan Yang Baik CPIB. Departemen Kelautan dan Perikanan Dirjen Perikanan Budidaya Direktorat Perbenihan.

Gambar 1. Oodinium pada perbesaran 400x

Gambar 2. Ikan yang tertular Oodinium, siripnya kekuningan

Gambar 3. Ikan yang tertular Oodinium, tubuhnya diselimuti selaput kekuningan