Monitoring Residu di Tambak Udang Jangkaran Temon

   Dalam rangka menjaga keamanan pangan produk perikanan, terutama udang, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, melakukan monitoring residu secara rutin 4 kali dalam setahun. Monitoring pertama di tahun ini, sampel yang diambil berasal dari tambak di daerah Jangkaran Temon Kulon Progo pada tanggal 25 Februari 2020.

   Sampel udang berasal dari lima tambak yang diambil secara acak untuk kemudian dikirim ke laboratorium. Sampel-sampel tersebut akan dicek apakah mengandung antibiotik, bahan pewarna, dan bahan kimia yang melebihi normal. Bahan-bahan tersebut kadang digunakan oleh petambak secara berlebihan untuk penanggulangan penyakit pada udang.  Akibatnya, bahan-bahan tersebut dapat menetap di daging udang. Tentu hal ini dapat merugikan kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

   Dari hasil monitoring residu di tahun-tahun sebelumnya, tidak ditemukan residu yang berbahaya di udang produksi Kulon Progo. Diharapkan untuk seterusnya, produk udang Kulon Progo tetap aman untuk dikonsumsi. Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan kabupaten Kulon Progo tentu akan selalu serius dalam hal mengawasi kualitas yang sudah baik ini.