Vaksinasi Ikan di Mina Taruna Kalibawang

   Hari Senin tanggal 2 Maret 2020, sebanyak 258 ekor induk lele di Kelompok Mina Taruna Kalibawang divaksin Aeromonas. Aeromonas merupakan penyakit yang sering menyerang pada ikan lele. Dengan vaksinasi induk lele, diharapkan benih lele yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo di salah satu sentra pembenihan ikan budidaya.

  Vaksinasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit. Cara ini mampu menambah kekebalan tubuh ikan, sehingga tidak mudah sakit. Dengan demikian, tidak lagi dibutuhkan obat-obatan kimia untuk mengobati ikan sakit. Ikan pun bebas dari residu bahan-bahan berbahaya. 

   Bersamaan dengan kegiatan vaksinasi ini, dilaksanakan pula kegiatan Sosialisasi Vaksinasi Ikan yang diikuti oleh anggota kelompok Mina Taruna Kalibawang. Dalam acara ini hadir sebagai pembicara Ibu Astuti, S.P. dan Ibu Fitriana Yulaeni, A.Md. dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Dalam acara ini disampaikan seluk beluk vaksinasi ikan, mulai dari definisi, manfaat, macam, hingga cara vaksinasi ikan. Para peserta juga melakukan praktik vaksinasi dengan cara injeksi intramuscular. Ke depannya, diharapkan Pokdakan dapat melakukan vaksinasi secara mandiri.

Bpk Ghufron Said, S.Pi. dari DKP KP hadir sebagai pemateri dan menyampaikan tentang manajemen pakan ikan. Dalam sesi ini beliau menjelaskan bahwa pakan merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ikan. Perlu manajemen yang baik sehingga penggunaan pakan mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal.

  Pemateri selanjutnya yaitu Bpk drh. Sudarmanto dari DKP KP menjelaskan tentang pengembangan usaha perikanan. Sudah waktunya para pembudidaya semakin kreatif dalam memasarkan produk, baik dalam cara pelayanan pelanggan maupun peningkatan kualitas produk. Vaksinasi ini merupakan salah satu cara untuk meningkatan kualitas produk.

  Pokdakan Mina Taruna Kalibawang merupakan sentra pembenihan lele yang patut diacungi jempol. Dalam hal kualitas produk, Pokdakan ini berkomitmen untuk menghasilkan benih lele yang berkualitas bagus dengan cara tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya untuk keperluan kegiatan pembenihan. Dengan demikian, benih ikan yang dihasilkan tidak akan mengalami resistensi obat atau mengandung residu bahan kimia berbahaya. Apalagi dengan adanya vaksinasi ini. Tentu benih yang dihasilkan akan semakin berkualitas.

   Ke depannya, konsumen milenial akan semakin kritis dalam memilih produk. Harga murah saja tidak menjadi jaminan kepuasan pelanggan. Kualitas menjadi hal yang utama. Sudah saatnya pengusaha budidaya ikan semakin kreatif untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.