Cegah Penyakit Ikan di Masa Bediding

Bediding atau masa pergantian musim dari kemarau ke penghujan menjadi momok tersendiri bagi pembudidaya ikan. Selain ketersediaan air yang mulai menurun di tempat tertentu, pada masa ini juga terjadi fluktuasi (perbedaan) suhu cukup tinggi antara siang dan malam.

Ikan sangat sensitif terhadap perbedaan suhu tersebut, terutama ikan yang masih kecil. Ikan menjadi gampang stress dan sakit. Hal ini dapat diperparah jika kualitas dan kuantitias air menurun. Sudah bukan berita baru jika pada masa ini, kasus penyakit ikan melonjak.

Sebenarnya, hal ini bisa diantisipasi dengan beberapa langkah sederhana, namun harus rutin dilakukan, seperti penambahan vitamin dan/atau pemberian  probiotik pada pakan ikan. Vitamin akan menambah kekebalan tubuh ikan dan  probiotik akan menambah kecernaan pakan. Probiotik pada air juga perlu diberikan secara rutin sehingga kandungan amoniak dapat dikurangi.

Pengurangan kepadatan ikan juga layak dipertimbangkan. Hal ini dapat mencegah kekurangan oksigen serta mengurangi kandungan amoniak. Cara ini memang terlihat kurang produktif karena jumlah panen akan berkurang. Namun cara ini lebih aman untuk mempertahankan kehidupan ikan.

Yang tidak boleh terlupa adalah menjaga stabilitas suhu. Hendaknya pada siang hari kolam mendapat sinar matahari yang cukup. Pada usaha pembenihan ikan, permukaan kolam dapat ditutup jika dirasa matahari terlalu terik. Sedangkan pada malam hari, jika diperlukan, kolam dapat ditutup dengan terpal sehingga lebih hangat.  Pemakaian kincir/kricik/aerasi pada ikan bersisik seperti nila akan sangat membantu. Perputaran air dari dasar ke permukaan akan menstabilkan suhu di dalam kolam dan membantu ketersediaan oksigen.

Foto 1. Pembuatan probiotik pakan di salah satu Pokdakan daerah Galur

Foto 2. Salah satu ikan yang terserang penyakit bakterial, menunjukkan kerusakan pada hepar. Kasus terjadi pada kondisi air kolam yang buruk (amoniak tinggi dan oksigen rendah)