PENYERAHAN BANTUAN HANDSOAP DAN SOSIALISASI PERMEN KP NO 12 TAHUN 2020 UNTUK NELAYAN KULON PROGO

   Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memberikan bantuan sabun cuci tangan ke Tempat Pelelangan Ikan di wilayah Kabupaten Kulon Progo,Yogyakarta. Bantuan tersebut diberikan untuk kedua kalinya sejak masa pandemi Covid 19, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

   Bantuan  berupa hand soap (sabun cuci tangan) sebanyak 12 liter, kepada petugas TPI Trisik,  TPI Bugel, TPI Karangwuni, TPI Glagah, TPI Sindutan, dan TPI Congot, untuk selanjutnya dipasang disamping tempat cuci tangan disetiap TPI, agar nelayan, pendorong, pedagang, maupun masyarakat yang beraktifitas di TPI sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, untuk  menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

   Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan sosialisasi kepada nelayan tentang Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 tahun 2020 tentang  Pengelolaan LOBSTER (Panulirus spp.), KEPITING (Scylla spp.), dan RAJUNGAN (Portunus spp.) di wilayah negara Republik Indonesia. Sejak Permen KP No 12 tahun 2020 diundangkan, maka Permen No 56 tahun 2016 tentang Pelarangan Penangkapan LOBSTER (Panulirus spp.), KEPITING (Scylla spp.), dan RAJUNGAN (Portunus spp.) di wilayah negara Republik Indonesia, dinyatakan tidak berlaku. Pada Permen yang baru ditetapkan ini, diperbolehkan untuk menangkap dan atau mengeluarkan Lobster, Rajungan dan Kepiting  di dan keluar wilayah Republik Indonesia menurut  kuota dan lokasi sesuai hasil kajian dari Komnas KAJISKAN yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap, dan diatur  sesuai batas minimal ukuran tertentu.  Ekspor  Benih Bening Lobster boleh dilakukan, apabila eksportir sudah melakukan pembudidayaan didalam negeri dengan melibatkan masyarakat setempat, sudah panen berkelanjutan dan telah melepaskan 2 % hasil budidaya sesuai ukuran  hasil panen ke alam liar, tempat dimana Benih bening Lobster ditangkap atau lokasi lain yang ditetapkan. Yang perlu digaris bawahi dalam Permen tersebut adalah nelayan kecil yang akan menangkap Benih Bening Lobster, adalah nelayan lokal berdomisili di lokasi daerah penangkapan , jika memiliki kapal penangkap ikan, berukuran kurang dari 5 GT,   menggunakan alat bantu penangkapan Benih Bening Lobster (puerulus) yang bersifat statis dan ramah lingkungan, terdaftar sebagai Nelayan penangkap Benih Bening Lobster (puerulus) pada e-Lobster, anggota kelompok usaha penangkap Benih Bening Lobster (puerulus),dan  memiliki Surat Rekomendasi dari Dinas Provinsi.  Oleh karena itu, dimohon agar nelayan berhati hati, tidak mudah termakan isu yang tidak benar. Apabila ada nelayan yang berkeinginan menangkap Benih Bening Lobster,  agar berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.