PELEPASAN TUKIK SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN

Penyu merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah. Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Asia Tenggara. Di dunia ada 7 jenis penyu dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia. Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang sangat diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu karena predator alami maupun manusia (Raden Ario et al., 2016).

 Kegiatan konservasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kelestarian habitat penyu di Indonesia. Adanya kesadaran masyarakat sekitar mengenai perlindungan penyu mempunyai peran penting untuk menjaga kelestariannya. Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kulon Progo sudah memiliki kesadaran lebih untuk melestarikan dan menjaga habitat penyu, sebagai bukti nyata peran masyarakat adalah terbentuknya kelompok masyarakat yang ikut menjaga dan memelihara telur-telur penyu yang ditemukan oleh warga sekitar. Kelompok tersebut adalah Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Wana Tirta diketuai oleh Bapak Warso Suwito dan Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik dimana kelompok masyarakat tersebut telah menjaga kelestarian penyu dengan melakukan kegiatan konservasi berupa pemindahan telur penyu, melakukan penetasan semi alami, pembesaran tukik, dan pelepasliaran tukik ke habitat asalnya.

Hari Minggu, 5 Juli 2020 pukul 08.21 telah dilakukan kegiatan pelepasanliaran tukik sebanyak sebanyak 90 ekor di Pantai Trisik, Banaran, Kulon Progo yang setelahnya dilanjutkan kegiatan bersih pantai. Sedangkan pada Hari Kamis, 9 Juli 2020 pukul 16.00 juga dilakukan pelepasliaran tukik sebanyak 28 ekor  di Pantai Congot, Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo. Anak penyu atau yang biasa disebut

Tukik mampu dilepasliarkan ketika sudah dipelihara selama kurang lebih 40 hari. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Jenis tukik yang dilepasliarkan adalah spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem penyu di perairan Indonesia.