Menuju Benih Lele Sehat Berkualitas: Pelatihan Hama Penyakit Ikan

Benih lele sehat dan berkualitas merupakan dambaan setiap setiap pembudidaya. Perbenihan yang menghasilkan benih bagus, sudah tentu akan menjadi primadona. Karena itu, usaha perbenihan ikan sudah waktunya berlomba-lomba untuk menghasilkan benih seperti yang diidaamkan para pembudidaya.

Demi mendukung usaha perbenihan ikan yang dapat menghasilkan benih ikan sehat dan berkualitas, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo mengadakan kegiatan Pelatihan Hama Penyakit Ikan pada tanggal 21 Juli 2020 di Pokdakan Perbenihan Ikan Mina Tirta Laras, Panjatan. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Dr. Ign. Hardaningsih dari UGM, Astuti, SP. dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, dan Ibnu Budioni S.Pt., penyuluh perikanan yang mengembangkan cacing sutra. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pembenih lele dari Kulon Progo.

Dr. Ign. Hardaningsih yang akrab dipanggil Pak Gandung menjelaskan tentang manajemen perbenihan ikan lele yang baik. Tak lupa dalam penjelasan beliau juga diselipi pengalamannya bertahun-tahun dalam membimbing usaha perikanan. Tidak hanya dalam menjaga kualitas air saja yang menjadi perhatian, namun bagaimana ‘memanjakan’ indukan. Lele merupakan ikan omnivore yang cenderung karnivora, sehingga butuh asupan protein tinggi seperti daging ayam. Dengan demikian, performa indukan menjadi lebih bagus.

Ibu Astuti, SP. menyampaikan tentang kesehatan ikan dan lingkungan. Dalam sesi ini para peserta satu persatu menyampaikan masalah kesehatan ikan yang mereka hadapi. Salah satu masalah yang dihadapi antara lain pada tahap grading, kematian benih tinggi. Hal ini ternyata bisa diakibatkan karena shock lingkungan dari lama ke baru terlalu tinggi, karena itu perlu dicek dulu kualitas airnya terutama suhu dan pH. Penggunaan antiseptic seperti fermentasi debog pisang atau vitamin juga layak dipertimbangkan.

Bapak Ibnu Budiono menyampaikan tentang budidaya cacing Sutra. Cacing sutra merupakan asupan pakan alami yang wajib diberikan untuk benih lele di masa-masa awal. Biaya produksi yang dikeluarkan tidak sedikit. Cacing sutra pun berpotensi menularkan bibit penyakit. Karena itu, alangkah baiknya jika dalam suatu kelompok perbenihan, memproduksi cacing sutra juga. Selain menekan biaya produksi, cacing sutra yang diproduksi sendiri juga terjamin higienitasnya.

Gambar 1. Para Peserta menyimak materi pelatihan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, sepetri menggunakan mencuci tangan, menggunakan masker, dan jarak jarak

Gambar 2. Pembukaan kegiatan pelatihan. Dari Kiri-kanan: Ibu Astuti SP (Pemateri dari DKP DIY), Ir. Sudarna (Kepala DKP Kulon Progo), Ibu Siti K (Kasie Keskanling DKP Kulon Progo)

Gambar 3. Penyampaian materi oleh Dr. Ign. Hardaningsih tentang manajemen kesehatan ikan perbenihan lele

Gambar 4. Penyampaian materi oleh Bpk. Ibu Budiono, S.Pt. tentang budidaya cacing sutra