Bagaimana Potensi Ikan Sidat di Sungai Progo?

   Sungai Progo yang alirannya melalui Kabupaten Magelang, Kulon Progo, Sleman, Bantul adalah salah satu sungai yang bermuara di pantai selatan Jawa, yaitu terletak di perbatasan antara Kapanewon Srandakan Bantul dan Kapanewon Galur Kulon Progo. Pantai selatan Jawa diketahui merupakan salah satu penghasil benih Ikan Sidat (Anguilla sp). Khususnya di Jawa Barat, potensi tersebut  sudah sangat intensif dimanfaatkan.

   Ikan Sidat yang ada di Sungai Progo boleh dikatakan belum dimanfaatkankan secara maksimal oleh masyarakat Kulon Progo sendiri. Ikan yang ada di Sungai Progo banyak ditangkap oleh  masyarakat penangkap ikan/nelayan yang berasal dari daerah lain. Sehingga Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo tidak mempunyai data penangkapan ikan khususnya jenis Sidat di Sungai Progo, dan  belum mempunyai data potensi ikan Sidat tersebut karena belum ada kajian.

    Berkaitan hal tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo bersama tim pada tanggal  3 Maret 2020 melakukan koordinasi ke Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI)  di Jatiluhur  Purwakarta, dengan maksud mengajukan permohonan bantuan riset atau pengkajian pemulihan sumber daya ikan khususnya Ikan Sidat di Sungai Progo,  karena  terjadinya penurunan kualitas lingkungan, misalnya aktifitas penambangan pasir, penangkapan menggunakan alat  yàng tidak ramah lingkungan, serta bentuk bangunan bendungan yang dibangun di Sungai Progo tidak memberikan kesempatan untuk lalu lintas ikan sehingga menggangu migrasi Ikan Sidat. Seperti diketahui Ikan Sidat merupakan ikan yang  melakukan migrasi dalam proses kehidupannya.

   Sebagai tindak lanjut, pada tanggal  6 - 9 Oktober 2020 tim peneliti dari Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan Jatiluhur yang diketuai oleh Prof. Dr. Drs. Krismono, M.S.  mengadakan  kunjungan ke Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan penelitian pemulihan sumber daya Ikan Sidat di Sungai Progo.

   Hasil penelitian tersebut akan dianalisa lebih lanjut di BRPSDI, adapun  hasil sementara yang bisa disampaikan adalah :

  1. Kabupaten Kulon Progo mempunyai ketinggian sekitar 0 – 200 m,  merupakan habitat yang cocok untuk Ikan Sidat spesies Anguila bicolor, yang mempunyai pangsa pasar export ke Jepang.
  2. Berdasarkan kajian lapangan di beberapa bendungan misalnya Bendungan Brosot dan Bendungan Ancol, Kalibawang kemungkinan gangguan terhadap migrasi ikan sidat hanya pada saat air surut, tetapi alangkah baiknya jika ada jalan ikan sidat (eel way), sehingga tidak ada gangguan.
  3. Perlu segera ada pembinaan masyarakat nelayan tentang potensi Ikan Sidat dan pengelolaannya, sehingga potensi Ikan Sidat segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kulon Progo sendiri.

   Langkah kedepan dari hasil riset  tersebut  diharapkan ada kajian potensi serta kerjasama pengelolaan Sungai Progo  yang nantinya menjadi kebijakan Pemerintah Daerah Kulon Progo, serta  menjadi salah satu alternatif  tangkapan ikan bagi nelayan Kulon Progo pada saat paceklik atau saat situasi tidak kondusif untuk melaut karena gelombang tinggi.

Ketua Tim Peneliti  dari Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan : Prof. Dr. Drs. Krismono, M.S.

Riwayat Pendidikan

  • S1 Fakultas Biologi UGM lulus 1981.
  • S2 Fakultas Pasca Sarjana IPB Jurusan Ilmu Perairan lulus 1988.
  • S3 Fakultas Pasca Sarjana IPB Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan lulus 2012.
  • Profesor Riset LIPI tahun 2013.
  • Peneliti Ahli Utama Sumber Daya dan Lingkungan KKP.
  • Dosen FID UKSW Salatiga.
  • Ketua Pengurus YPTK Maranatha, Bandung.

Riwayat Pekerjaan

  • Pernah menjadi kepala Balai penelitian perikanan di Jatiluhur
  • Penilai Jabatan Fungsional Peneliti KKP
  • Asesor penilai Jabatan fungsional peneliti KKP
  • Pengurus Masyarakat Iktiologi Indonesia

Buku yang disusun  mengenai Ikan Sidat antara lain :

  1. Penyusun buku RAN Sidat.
  2. Penyusun RPP Sidat.
  3. Staf ahli dalam penyusunan Kep Men Tentang Sidat.
  4. Penentuan kawasan konservasi Ikan Sidat di DAS Poso.