Estuari, Ibunya Pantai

Daerah estuari layak disebut sebagai ibunya pantai, karena daerah estuari menjadi tempat untuk pengasuhan, mencari makan, melahirkan, membesarkan anak ikan dan biota perairan lainnya.

 Apakah estuari itu ?

Estuari adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar dari sungai. Estuari merupakan zona peralihan antara lingkungan sungai dengan lingkungan laut, maka kondisi estuari  dipengaruhi oleh karakter sungai yang membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombangkadar garam, serta arus laut). Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar akan menghasilkan suatu komunitas yang khas, dengan lingkungan yang bervariasi. Masuknya air tawar maupun air laut ke estuari merupakan faktor yang meningkatkan kesuburan perairan, dan menjadikan estuari sebagai salah satu habitat alami yang mempunyai  produktifas yang tinggi. 

Kabupaten Kulon Progo mempunyai 3 Sungai besar yang bermuara ke laut. Yaitu Sungai Progo di Banaran Galur, Sungai Serang di Kalurahan Glagah - Karangwuni, dan Sungai Bogowonto di Kalurahan Jangkaran Temon. Muara sungai tersebut merupakan daerah estuari yang sangat kaya, maka  tak heran apabila muara sungai menjadi pilihan nelayan mencari ikan apabila tidak  melaut karena gelombang yang besar atau mengalami masa paceklik ikan. Hasil tangkapannya berupa berbagai macam ikan, kepiting,  dan udang dengan berbagai ukuran.

Secara umum estuaria mempunyai peran ekologis penting antara lain
sebagai sumber zat hara dan bahan organik yang diangkut lewat sirkulasi pasang surut (tidal circulation), penyedia habitat bagi sejumlah spesies hewan yang bergantung pada estuaria sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makanan (feeding ground) dan sebagai tempat untuk bereproduksi dan/atau tempat tumbuh besar (nursery ground) terutama bagi sejumlah spesies ikan dan udang. Biota estuari  mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan payau disekelilingnya .

Estuari merupakan daerah yang dinamis, karena selalu terjadi proses dan perubahan baik lingkungan fisik maupun biologisnya. Bercampurnya masa air laut dengan air tawar menjadikan wilayah estuaria memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan terbentuknya air payau dengan salinitas yang berfluktuasi. Ketika musim berganti, maka akan berganti pula kondisi lingkungan, komposisi ukuran maupun  jumlah ikan dan biota yang mendiami daerah estuari. Oleh karena peran penting yang dimiliki muara sungai sebagai daerah estuari, maka kelestariannya perlu dijaga bersama.

Muara Sungai Bogowonto

Muara Sungai Progo