TAK PERNAH BOSAN JADI NELAYAN

   Di seputar muara Kali Serang Kalurahan Karangwuni Kapanewon Wates Kabupaten Kulon Progo ada seorang nelayan sepuh yang setiap hari mencari ikan, dengan peralatan sederhana berupa pancing dan jaring beliau tidak pernah absen untuk menangkap ikan, kecuali sedang  hujan deras, sungai banjir dan hari pasaran tertentu yaitu Jum’at Kliwon dan Selasa Kliwon, dia lakukan untuk istirahat ataupun untuk memperbaiki alat tangkap ikannya.

     Bahrudin (68 Tahun) warga dukuh I, Karangwuni Wates, setiap hari menangkap ikan yang ada di muara kali serang maupun di seputar dermaga PP Tanjung Adikarto, yang dijumpai pada hari Sabtu (03/04/2021) “ Saya tidak pernah bosan jadi nelayan” katanya penuh semangat. Pekerjaan menjadi nelayan sudah ditekuninya sejak 30 Tahun yang lalu, “ Saya tidak berani melaut, saya sudah tua, saya hanya menangkap ikan di dermaga dan seputar muara kali serang saja” jelasnya.

    Hasil ikan yang ditangkap setiap harinya berbeda beda, tergantung lokasi dan jenis ikan musim yang ada di lokasi, pendapatan hasilnya pun tidak pasti, Kalau pada saat tertentu tidak mendapat ikan apapun, dia tidak berhenti, besuk dia akan kembali menangkap ikan lagi, Dia tidak hanya menangkap ikan yang bisa dikonsumsi yaitu jenis belanak, wader bang dll, selain untuk dikonsumsi sendiri, ikan tersebut juga dijual di pedagang ikan pasar Glagah, selain itu dia juga sering menangkap ikan hias laut yang ada dan hidup di muara kali serang, ikan hias laut setelah ditangkap akan ditaruh diwadah khusus yang diberi aliran oksigen melalui airator dengan bantuan aki kecil. Ikan hias ini akan dijual dan sudah ada penampungnya dengan harga jual Rp. 3.000,-  Rp. 5.000.- per ekor tergantung warna dan besar kecilnya ikan hias yang ditangkap.

“Jam 05.00 atau setelah subuh saya berangkat kesini” sambil tangannya menunjuk lokasi tempat dia menangkap ikan, “Saya harus mencari lokasi terlebih dahulu, yang tidak banyak pemancingnya, karena kalau saya tetap menangkap ikan disitu, pasti saya diomeli” ujarnya sambil tersenyum. “Saya hanya menangkap ikan dengan jaring dari pinggir kali seperti ini, sehingga kalau ada pemancing disitu, pasti akan mengganggu.” Selain banyaknya pemancing yang sering membuatnya kerepotan adalah adanya sampah di sungai, karena bila terkena sampah akan membuat jaringnya mudah rusak, yang dia hanya bisa pasrah dan berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai.

“ Rejeki tidak akan kemana, dan saya tetap senang dan semangat, tidak akan bosan jadi nelayan” pungkasnya sambil permisi pergi untuk pindah lokasi di seputaran dermaga PP Tanjung Adikarto.

Foto 1. Bahrodin sedang menangkap ikan di Dermaga Pelabuhan Perikanan