AKSI PERUBAHAN PEMBAYARAN RETRIBUSI ELEKTRONIK

   Dalam rangka memudahkan petugas Tempat Pelelangan Ikan di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo dalam membayar retribusi, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo mengenalkan program aksi perubahan yang merupakan salah satu program unggulan dari UPT Tempat Pelelangan Ikan yaitu pembayaran retribusi TPI secara elektronik (Non Tunai). Selain untuk memudahkan petugas TPI dalam melaksanakan kewajibannya guna membayar retribusi, hal ini dilaksanakan agar petugas TPI tidak perlu harus mengatur waktu, dan pembayaran retribusi akan lebih aman.

   Untuk itu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, khususnya UPT Tempat Pelelangan Ikan bekerja sama dengan Bank BPD DIY Cabang Wates melaksanakan aksi perubahan pembayaran retribusi TPI secara elektronik yang dilaksanakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada petugas juru lelang  TPI se Kabupaten Kulon Progo.

   Bimbingan Teknis ini dilaksanakan pada hari Rabu (21/04/2021) di Ruang Rapat UPT Tempat Pelelangan Ikan Karangwuni Wates, yang diikuti oleh 20 orang peserta, terdiri dari juru lelang TPI, Petugas UPT TPI dan Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo. Bimbingan Teknis dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelelolaan Pelelangan Ikan, Wakhid Purwosubiyantara yang dalam pengarahannya menyatakan memberikan apresiasi dan dukungan penuh dalam mewujudkan aksi perubahan ini, karena sekarang zaman terus berkembang, waktu terus berjalan, pembayaran berbasis elektronik sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan zaman, karena keunggulan-keunggulannya : real time, simple, cepat, aman, hemat waktu, dan efektif-efisien. Sehingga aksi perubahan ini menjadi kegiatan luar biasa yang perlu mendapat dukungan, supaya dapat segera diluncurkan secara resmi dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait.

   Pada kesempatan itu Pimpinan BPD Cabang Wates yang diwakili Kepala Unit Pemasaran Produk & Jasa Digital Dody Candra mengatakan “BPD DIY telah mendapat izin dari Bank Indonesia dan OJK untuk menyelenggarakan layanan elektronifikasi transaksi menggunakan QRIS (Quick Response-code Indonesian Standard), padahal sekelas Bank Jateng saja belum mendapatkan ijin tersebut. DIY memang istimewa. BPD DIY telah melaunching aplikasi mobile banking dan QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction) sehingga kompatibel untuk pelaksanaan pembayaran-pembayaran publik seperti retribusi TPI ini, karena dengan aplikasi QUAT dapat terpantau secara real time progres setoran setiap waktu untuk kepentingan monitoring dan evaluasinya. Platform QRIS dalam mobile banking BPD DIY sudah terintegrasi secara nasional bahkan secara internasional dengan beberapa platform yang lain seperti : GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja. Keunggulannya adalah bahwa transaksinya tidak dipungut biaya pembayaran/transfer”

 

   Kemudian Hasan Setiadi Abi (Staf Unit Pemasaran Produk & Jasa Digital  BPD DIY Cabang Wates) memberikan materi tentang tahapan dan pengenalan sistem non tunai berupa :

Tahap instalasi : alat yang diperlukan adalah sebuah smartphone, simcard aktif yang terisi pulsa untuk sms / data, aplikasi mobile banking BPDDIY yang diunduh dari PlayStore / AppStore, rekening aktif BPD DIY, kartu ATM aktif untuk mendaftarkan diri menggunakan mobile banking.Untuk instalasinya harus diverifikasi oleh BPD DIY melalui petugas CS (customer service) di BPD DIY cabang/unit yang tersebar di seluruh wilayah DIY. sampai dengan aplikasi dapat digunakan lengkap dengan password dan PIN yang valid. Untuk proses verifikasi di BPD DIY diwajibkan membawa buku rekening BPD DIY, KTP, kartu ATM, dan smartphone yang sudah terinstall aplikasi mobile banking BPD DIY. Sedangkan aplikasi QUAT digunakan oleh administrator dinas untuk monitoring dan pelaporan. Adapun proses instalasinya sama dengan mobile banking, hanya saja untuk verifikasinya melalui email pribadi yang aktif. Tahap penggunaan transaksi : apabila instalasi telah selesai dan telah tervalidasi oleh BPD DIY, maka aplikasi sudah siap digunakan. Selanjutnya dicontohkan praktek langsung penggunaan aplikasi dengan 2 cara yaitu : Cara pertama menggunakan fitur scan code dalam aplikasi sedangkan Cara kedua : menggunakan fitur upload foto QRcode yang sudah disimpan dalam HP dalam bentuk gambar/foto.

   Agar peserta dapat lebih jelas, maka dilaksanakan praktek langsung dengan HP Pak Suryadi telah berhasil membayar retribusi sebesar Rp. 5.000,- yang ditransaksikan pada tanggal 21-Apr-2021 jam 10:51:51 dan langsung terekam dan terlaporkan di dalam aplikasi QUAT dan muncul notifikasi di HP Administrator di Kantor UPT Tempat Pelelangan Ikan.