SINERGI PENANGANAN BANGKAI LUMBA LUMBA DI PANTAI PLERET PANJATAN

Bangkai Lumba lumba ditemukan warga di sekitar Pesisir Pantai Pleret, Padukuhan III Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan Kabupaten Kulon Progo pada hari Sabtu (21/01/2022) sekitar pukul 07.00, Laporan disampaikan oleh Danang, warga setempat yang juga merupakan anggota Satlimas SAR wilayah V Kulon Progo. Setelah mendapatkan laporan, pada kesempatan tersebut hadir bersama-sama bersinergi, untuk segera melakukan penanganan yaitu Purwanto bersama Tim dari BKSDA, Wijang dari LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, Vony Rorong dan Yuriyanto dari DKP DIY, Bripka Catur W dari POLAIRUD Glagah , Serma Suratman dari POS AL Congot, Wakhid Purwosubiyantara dan Sinto Aryono dari DKP Kulon Progo, Tim dari Satlimas SAR wilayah V Kulon Progo. 

Lumba lumba merupakan hewan yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 77 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79/KEPMEN-KP/2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018 -2022, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 106/2018  tentang hewan yang dilindungi penuh.

Bangkai biota mamalia laut lumba lumba yang ditemukan diperkirakan telah mati 3 hari sebelumnya, karena ditemukan dalam kondisi tubuh yang sudah membengkak, mengeluarkan bau serta di beberapa bagian tubuh sudah rusak.  Namun kerusakan pada bagian tubuh  tersebut diduga bukan karena terkena jaring nelayan. Dari hasil pengukuran morfometri, diketahui bangkai lumba lumba memiliki panjang 215 cm, diameter badan 144 cm, lingkar kepala 66 cm, moncong 33 cm, panjang sirip 33 cm, panjang ekor 125 cm, lebar total badan (perut) 35 cm, jarak antar dua sirip 28 cm, lebar kepala 25 cm, dan berat diperkirakan sekitar 90 Kg. Jenis kelamin tidak dapat diketahui karena sudah terdapat kerusakan di bagian genital. Namun untuk pengambilan sampel dan nekropsi tidak dapat dilakukan karena tidak adanya dokter hewan yang hadir dilokasi tersebut. Selanjutnya berdasarkan SOP penanganan mamalia laut yang telah mati terdampar, maka disepakati untuk dilakukan penguburan dengan melakukan penggalian di tempat ditemukannya jasad lumba lumba, dengan kondisi lokasi pantai yang berpasir.

Foto 1. Sesaat setelah bangkai mamalia laut lumba lumba ditemukan

Foto 2. Penggalian kuburan lumba lumba

Foto 3. Lokasi penguburan