Monitoring Bantuan Hibah di Kapanewon Pengasih dan Nanggulan

Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan monitoring pelaksanaan bantuan anggaran perubahan  (ABT) tahun 2022 di Kapanewon Pengasih dan Nanggulan pada hari Rabu tanggal 23 November 2022. Monitoring ini dipimpin langsung oleh Kabid Pembudidayaan Ikan beserta staf yang  bertujuan untuk mengecek kesiapan kelompok dalam mengelola bantuan hibah yang akan diterima. Tim akan mengunjungi tiga lokasi, satu pokdakan di Kapanewon Pengasih dan dua pokdakan di Kapanewon Nanggulan.

Lokasi pertama yang dikunjungi ialah Pokdakan Mina Gurami yang berlokasi di Gletak, Kedungsari, Pengasih. Pokdakan tersebut mendapatkan bantuan berupa kolam bulat diameter 3 m sebanyak 5 buah, benih lele sebanyak 13.000 ekor, pakan sebayak 1.300 kg. Kolam bulat yang diterima telah ditempatkan dilokasi yang sudah sesuai untuk persyaratan budidaya ikan yaitu terdapat sumber air yang serta  kolam mendapat paparan sinar matahari. Saat ini kolam bulat sudah terpasang rapi dan sedang dilakukan pengisan air serta dilakukan pemberian garam sebanyak 200 gram/m3, dan kompos sebanyak 250 gram/m3. Setelah air siap untuk kegiatan budidaya, dengan ciri pinggiran kolam licin dan tumbuh pakan alami (bisa dilihat dari warna air yang agak kehijauan atau ada jentik nyamuk), kelompok akan mengabari rekanan sehingga benih segera diantar. Kelompok juga diberi masukan untuk memasang jaring di atas kolam, karena ada beberapa daun sengon yang masuk di kolam, jaring tersebut juga sebagai pelindung ikan dari serangan burung jika ikan sudah disebar.

Lokasi selanjutnya ialah kapanewon Nanggulan yaitu Pokdakan Mino Sedyo Rukun Padukuhan Kenteng dan Mina manunggal di Padukuhan Pronosutan. Kedua pokdakan ini mendapat bantuan hibah berupa kolam bulat diameter 2 sebanyak  10 buah, benih lele sebanyak 12.000 ekor, pakan sebanyak 1.200 kg. Lokasi kolam Mino Sedyo Rukun rencana ditempatkan dipinggir sawah yang sumber airnya cukup sepanjang tahun dan mendapat paparan sinar matahari langsung. Sedangkan di Mina Manunggal  ada dua kolam yang kurang mendapat sinar matahari karena tertutup pohon mangga sehingga perlu dilakukan penebangan pohon tersebut, untuk sumber air juga tersedia sepajang tahun. Saat ini kedua kelompok telah menyelesaikan pembuatan sentral drain dan pemasangan pipa untuk pembuangan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pemberian sekam minimal setebal 10 cm. Tujuan pemberian sekam di dasar kolam bertujuan untuk menstabilkan suhu air kolam jika terjadi perubahan suhu yang ekstrim. Ketika terpal datang, kelompok dihimbau untuk segera memasangnya mengingat waktu pelaksanaan hibah tinggal 13 hari lagi. Kemudian jika terpal telah terpasang segera  dilakukan persiapan air, pemberian garam, pemupukkan dan berbudidaya ikan sesuai standar operasional prosedur yang sudah dibagikan, agar hasilnya minimal sama dengan yang telah dilakukan sesuai sop tersebut.

Himbauan pemanfaatan hibah dengan sebaik mungkin dan berkelanjutan selalu di sampaikan ke masing-masing pokdakan oleh Kabid Pembudidayaan Ikan. Semoga dengan adanya bantuan hibah ini masyarakat dapat segera pulih dari dampak covid-19, kesejahteraan bisa kembali meningkat dan begitu juga kenaikan nilai produksi budidaya ikan di Kabupaten Kulon Progo.

Foto 1. Pokdakan Mino Sedyo Rukun

Foto 2. Pokdakan Mina Manunggal

- Mega Dissa A-