Berguru Membudidaya Lele ke Jawa Timur

P

ada Hari Senin – Rabu  tanggal 8 – 10 Mei 2017 lalu, Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan) bersama dengan petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan kegiatan pelatihan pembudidayaan ikan yang dilaksanakan di Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan anggaran dari APBD tahun 2017 dalam rangka meningkatkan kelembagaan kelompok. Fokus kegiatan pembudidayaan ini tentang proses pembudidayaan ikan lele.

Pelatihan budidaya lele ini dilaksanakan pada tanggal 08-10 Mei 2017 oleh bidang pembudidayaan ikan dr program Pengembangan Perikanan Budidaya yg d ikuti oleh 30 peserta yg merupakan perwakilan dari pokdakan dengan biota yg dibudidayakan ikan lele di KP dan 20 orang struktural dr DKP KP, alasan dilakulannya pelatihan ini adalah agar para pembudidaya ikan lele di Kab. Kulon progo dapat meningkatkan pengetahuan dan sistem budidaya lele yg dilakukan di daerah Jawa Timur.

Kunjungan pertama dilakukan di Kabupaten Kediri. Sebagai informasi, Kabupaten Kediri merupakan sentra produksi benih lele terbesar di Provinsi Jawa Timur. Kunjungan disambut oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri dan Ketua Pokdakan Mina Mandiri - Sentral Bibit Lele di Dusun Templek, Desa Gadungan, Kec Puncu Kab. Kediri.

Di Dusun Templek ini masyarakatnya mayoritas pekerjaannya adalah pembenih ikan lele, dengan sistem pemijahan 1:2 yakni satu jantan dua betina yg d pijahkan dengan luasan kolam 2x1 m². Jenis indukan ikan lele yg di gunakan saat ini adalah jenis ikan lele mutiara yg di kirim langsung dari BPPI Sukamandi. Di pokdakan ini, sistem jual benih sangat baik dan membuat pasar berkembang pesat. Sebagai contoh adalah adanya sistem harga yang ditawarkan dengan harga benih di Pokdakan Mina Mandiri menggunakan sistem ukran. Ukuran 7 dengan harga  Rp105,- ukuran 6 dengan harga Rp95,00 ukuran 5 dengan harga Rp80,- dan ukuran 4 dengan harga Rp60,-. Sistem penjualan satu ukuran ini ditambah dengn factor harga relatif murah menyebabkan banyak para pembudidaya dari luar daerah lebih memilih untuk mengambil benih ikan dari daerah ini. Hal ini didukung dengan intensifnya produksi di tiap anggota kelompok. Dilaporkan, setiap satu Rumah Tangga Perikanan (RTP) bisa mencapai benih 1 juta ekor / siklusnya.

Kunjungan kedua dilaksanakan pada bidang pembudidaya pembesaran lele di Kabupaten Nganjuk. Pada kunjungan kedua ini, narasumber berasal dari ketua Pokdakan Sami Mulyo Dusun Sami Mulyo, Desa Baron, Kec Baron Kabupaten Nganjuk dan Kabid Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk. Kunci dari kelompok ini adalah adanya kerjasama dengan pabrik pakan ikan comfeed, dimana pakan yang disuplai secara langsung oleh pabrik pakan. Selain itu, kunci budidaya dari kelompok ini adalah dengan penggunaan benih satu ukuran dan sistem pengairan satu pintu masuk dan keluar. Dari segi teknis pembudidayaan, kelompok menggunakan sistem padat tebar / kolam : 400 ekor/meter² dengan produksi / hari  2 ton. Untuk harga, saat ini kondisi di Nganjuk harga lele / kg : Rp14.000,- .

Demikian, kegiatan pelatihan pembudidayaan lele yang ada di Jawa Timur. Bekal ini semoga dapat menjadi “oleh-oleh” yang berharga bagi pengembangan produksi perikanan budidaya di Kulon Progo.