BIMBINGAN TEKNIS PENANGKAPAN IKAN

Dalam upaya meningkatkan produksi perikanan tangkap laut maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo melaksanakan Bimbingan Teknis Penangkapan Ikan bagi Nelayan pada hari Senin (14/08/2023) di UPT TPI Karangwuni Wates.

Bimbingan Teknis Penangkapan Ikan bagi Nelayan dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Ir Trenggono Trimulyo MT dengan memberikan arahan dan pembinaan dengan memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi untuk nelayan, karena dengan keberanian yang luar biasa, menaklukan gelombang laut selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan terus berupaya memberikan fasilitas yang dibutuhkan, namun tidak hanya sarana dan prasarana yang lengkap, tapi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan nelayan menjadi penting adanya. Kegiatan penangkapan ikan menjadi kegiatan sehari hari, namun diperlukan ilmu dan teknik baru dalam menangkap ikan dengan kondisi laut yang sama dengan Kulon Progo, maka Bimbingan Teknis sekarang mendatangkan nelayan dari Purworejo Jawa Tengah, yaitu  Bapak Sumarsono dan Bapak Sudiro untuk menjadi nara sumber.

Laut selatan Kulon Progo kondisinya sama dengan kondisi laut selatan Purworejo, sehingga kami datang untuk belajar bersama, awal paparan Sumarsono mengenai penangkapan ikan nelayan Jatikontal Purworejo. Yang menceritakan menjadi nelayan sejak tahun 2003. Selain menjadi nelayan, juga merupakan pengurus  TPI Kertojayan dimulai dengan mendapatkan bantuan dari KKP Pusat berupa 8 armada dan sebuah banguan berupa TPI dan rumah mesin pada tahun 2003. Sampai saat ini sudah terdapat 61 perahu, dari 61 dari 13 desa.Tahun 2023 mendapatkan bantuan mesin dari aspirasi. Kegiatan aktivitas harian di TPI Kertojayan melakukan potongan bagi nelayan 13% dari hasil tangkapan. 1,1% digunakan untuk PAD dan pendorong dan tukang tagok 15%.

Sedangkan Sudiro,  nelayan TPI Jatikontal menyampaikan bahwa pada dasarnya dalam menangkap ikan adalah mental yang kuat, untuk Pengelolaan TPI sama mengenai PAD dan pembagian untuk pendorong. Yang saat ini berbeda adalah iuran disisihkan 1% yang digunakan untuk peringatan Larung karena belajar dari pengalaman saat mau mengadakan larungan keadaan sedang paceklik. TPI Jatikontal berdiri dari tahun 2003, Bapak Sudiro masuk TPI tahun 2008. Untuk mensiasati bantuan yang diberikan dari pemerintah dibuat KUB-KUB baru, dulu satu KUB 80 orang sekarang dipecah menjadi 8 KUB, masing masing KUB memiliki anggota 10 orang. Walaupun terdapat beda-beda KUB tetapi masih terdapat dalam 1 induk KUB.

Dilanjutkan pemaparan mengenai TPI HEBAT oleh Wakhid Purwosubiyantara, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan.  Sebelum pemaparan tentang TPI HEBAT, beliau menyampaikan kata kunci dari kegiatan penangkapan ikan di laut adalah tetap semangat, rajin berdoa dan terus berusaha, karena setiap orang rejekinya berbeda, selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan. Tempat Pelelangan Ikan merupakan tempat terakhir dalam proses penangkapan ikan di laut, karena hasil tangkapan semua dijual di TPI. Kabupaten Kulon Progo mempunyai 4 (empat) TPI yaitu TPI Trisik di Banaran Galur, TPI Bugel, di Bugel, Panjatan, TPI Karangwuni di Karangwuni Wates dan TPI Congot di Jangkaran Temon. Program TPI HEBAT yang merupakan singkatan dari Higienis, Ekonomis, Bersih, Aman dan Tertib diluncurkan sebagai pembeda dengan TPI di luar Kabupaten Kulon Progo, Bangunan TPI yang tidak hanya berfungsi sebagi tempat pelelangan ikan, namun juga tempat pemasaran, tempat pengolahan dan kuiner ikan dengan bangunan yang berbasis wisata dan berciri budaya. Dengan adanya TPI HEBAT diharapkan pengelolaan TPI menjadi lebih baik dan terintegrasi dengan baik. Sehingga walaupun mungkin sedang musim paceklik ikan, TPI tetap hidup dan mampu mendukung destinasi wisata pantai di Kabupaten Kulon Progo.