FORUM ASOSIASI POKDAKAN KULON PROGO

Asosiasi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Kulon Progo merupakan sebuah organisasi yang mewadahi pokdakan-pokdakan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo.  Asosiasi ini didirikan pada tahun 2021 tepatnya pada bulan Agustus 2021 dengan beranggotakan 18 pokdakan yang ada di Kulon Progo.  Asosiasi Pokdakan ini sempat ”vacum” kurang lebih satu tahun.   Oleh karena itu untuk kembali mengaktifkan Asosiasi Pokdakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dalam hal ini Bidang Pembudidayaan Ikan kembali memfasilitasi pertemuan “Forum Asosiasi Pokdakan Kulon Progo” yang dilaksankan pada tanggal 8 Agustus 2023 di RM “SARWO LARIS (Eks PiGa/Pasar Ikan Gawok)” yang berlokasi di belakang Terminal Bus Wates.

Pada Forum Asosisasi Pokdakan ini, Bapak SURYADI, S.Kel selaku Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa Kebijakan Bapak Ir. Trenggono Trimulyo, M.T selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo mengusung Program GerBang SeGoRo (Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong) bidang Kelautan dan Perikanan di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Untuk mendukung Program Gerbang Segoro, maka Bidang Pembudidayaan Ikan sebagai salah satu bagian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kulon Progo (DKP-KP), akan menjalankan Program “Ngulir Budi (Ngupoyo Hulu-Hilir Budidaya Ikan)”. Program ini pada dasarnya adalah bagaimana membangun Perikanan Budidaya di Kulon Progo dengan melakukan penguatan kegiatan budidaya mulai dari hulu (perbenihan ikan, budidaya pakan alami seperti dapnia, kutu air, dan cacing sutra) sampai ke hilir (pemasaran hasil budidaya ikan), serta dengan melakukan sinergi dengan bidang lain seperti pariwisata. Sinergitas dengan bidang lain sangat diperlukan karena menyadari bahwa perikanan budidaya tidak dapat berkembang sendiri, ungkap Suryadi dalam forum tersebut.

Adapun kesepakan yang dicapai dalam Forum Asosiasi Pokdakan Kulon Progo ini adalah sebagai berikut: 1) Asosiasi Pokdakan Kulon Progo tetap harus dipertahankan dengan dilakukan re-organisasi kepengurusan asosiasi sehingga Asosiasi Pokdakan dapat kembali berperan dalam pengembangan perikanan budidaya. Kepengurusan sebaiknya diisi dari kalangan muda yang dapat bergerak dengan lincah dan cepat, serta komposisi terdiri dari pengurus lama dan pengurus (orang) baru, 2) Program asosiasi terkait pembelian pakan secara bersama-sama (gotong royong) sebaiknya dilanjutkan oleh kepengurusan yang baru sehingga pembudidaya dapat membeli pakan dengan harga yang lebih murahh dibanding membeli pakan secara sendiri-sendiri. Pembelian pakan memperhatian jenis pakan yang biasa digunakan para pembudidaya dimasing-masing wilayah, 3) Pembudidaya diharapkan selalu memiliki kolam “control” yang digunakan untuk uji coba pakan sehingga dapat tetap mengetahu kualitas pakan.  Hal ini sesuai dengan prinsip “tidak loyak pada pakan, tetapi loyal pada hasil”, maksudnya adalah pembudidaya harus memperhatikan penggunaan “merk” pakan apakah dapat menguntungkan (untuk lele FCR harus 1:1) atau tidak, 4) Diharapkan ada pertemuan rutin Asosiasi Pokdakan Kulon Progo per 3 bulan, sehingga dapat membahas permasalahan dan perkembangan budidaya di Kulon Progo. Pertemuan rutin asosiasi sangat penting untuk mengetahui kondisi di lapangan, mengetahui persoalan dan sekaligus akan mengetahui solusinya (dicari solusinya daam forum asosiasi), dan 5) Pekerjaan Rumah bagi pengurus baru Asosiasi Pokdakan Kulon Progo adalah bagaimana menjadikan Asosiasi yang dapat memberikan manfaat bagi anggotanya (para pembudidaya baik perorangan maupun secara kelompok).

Penulis:

Ade Saepudin