Yangko Lele dari Poklahsar Lancar Migunani Siap Mendunia

Yangko merupakan makanan khas dari Yogyakarta yang terbuat dari tepung ketan. Yangko memiliki bahan dasar dan rasa yang mirip dengan makanan jepang, yaitu kue mochi. Mochi memiliki bentuk bulat dan tekstur kenyal, sedangkan yangko berbentuk kotak dengan tekstur sedikit padat namun tetap kenyal.

 Yangko rupanya sudah ada sejak zaman kerajaan. Dahulu, Kotagede merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Bahkan Pangeran Diponegoro sering menjadikan yangko sebagai bekal ketika berperang karena dapat bertahan lama. Sementara itu nama yangko diyakini berasal dari kata kiyangko. Dalam pelafalan lidah orang Jawa, kata itu kemudian diucapkan menjadi yangko. Konon, orang yang pertama kali mengenalkannya adalah Mbah Ireng. Meskipun Mbah Ireng sudah membuat yangko sejak tahun 1921, yangko baru mulai dikenal luas oleh masyarakat pada tahun 1939 (Sumber : Konten Media Partner Tugu Jogja)

Makanan tersebut kemudian terus dikembangkan dan banyak orang mulai membuatnya. Kini, Poklahsar dari Kapanewon Kokap, Kulon Progo ‘’Lancar Migunani’’ membuat olahan yangko lele. Tim dari DKP Kulon Progo berkesempatan untuk mencoba olahan yangko lele tersebut saat pertemuan kelompok pada Kamis, 21 September 2023.

Dari segi rasa, yangko lele tidak jauh beda dengan yangko biasa yang ada dipasaran. Namun, dari segi gizi tentunya lebih tinggi karena mengandung ikan. Dibutuhkan 125 gram daging ikan lele untuk 500 gram tepung. ‘’ini merupakan alternatif cara memakan ikan lele namun dengan cita rasa yang berbeda, tentunya lebih enak dan tidak amis’’ ujar Ibu Andriani selaku ketua Poklahsar Lancar Migunani.

 

Notulis : 

Atika Nur Fitriana