Gerbang Segoro untuk Peningkatan Peluang Kerja Sektor Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan Perikanan melalui Gerbang Segoro. Sebagaimana diketahui, Gerbang Segoro adalah Kebijakan Daerah berorientasi pada Sistem Perekonomian yang Berbasis Kerakyatan (Bela Beli Kulon Progo). Inovasi Gerbang Segoro di Kulon Progo berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Pokdakan, Poklahsar, Pokmaswas, dan KUB Nelayan yang terintegrasi hulu-hilir. Gerbang Segoro juga sebagai simbol pintu masuk investasi bidang kelautan dan perikanan. Dalam arti ini, Gerbang Segoro berarti memajukan dalam segi pelaku usaha, produksi perikanan dan investasi di bidang kelautan dan perikanan. Kebijakan daerah dalam rangka pengembangan sektor kelautan dan perikanan berbasis pada pengembangan kuantitas dan kualitas produk. Keduanya sangat berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas. Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan dan meningkatkan kualitas pelaku usaha tersebut. Keduanya dilakukan dalam tiga tahapan yaitu cecikal, bebakal dan tetinggal serta dilakukan bekerjasama dengan semua pihak baik masyarakat, swasta dan pemerintah. Dalam tataran program Gerbang Segoro, penignkatan peluang kerja di sektor kelautan dan perikanan ini dilaksanakan pada tahapan pertama yaitu Cecikal. Cecikal diartikan tumbuh dengan baik, dalam hal ini adalah bagaimana merangsang pihak terutama dari kalangan baru dalam berkecimpung di bidang usaha kelautan dan perikanan.

Salah satu poin penting dalam program ini adalah bagaimana merangsang pelaku baru dapat berkiprah dalam dunia kelautan dan perikanan. Program cecikal dalam hal ini merangsang banyak pelaku pemula untuk berkarya lebih, berwirausaha dan menjadi calon pengusaha yang dapat membuka lapangan usaha sendiri di sektor perikanan. “Kami harapkan anak muda, anak milenial atau bahkan generasi Z dapat berkiprah di perikanan,” ungkap Kepala Dinas. Di bidang nelayan, adanya program regenerasi nelayan, nelayan milenial menjadi salah satu hal yang dibuat. Sejalan dengan itu, di bidang budidaya dan P2HP dirangsang adanya pokdakan dan poklahsar milenial serta kerjasama dengan sekolah menengah sebagai langkah awal menarik anak muda dalam dunia perikanan. “Jangan lupa, kami juga ada kegiatan Saka Bahari,” imbuh beliau. Saka Bahari adalah kegiatan kepramukaan dimana DKP menjadi pembina dan merangsang anak sekolah menengah lebih mencitai dunia kelautan dan perikanan.

Tidak cukup dengan hal ini, dinas juga merangsang peran serta lebih dari ibu-ibu untuk berperan di bidang ini terutama dalam usaha budidaya perikanan dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan. Dinas dalam hal ini mengupayakan penumbuhan kelompok wanita dalam pembangunan perikanan Kulon Progo. Dalam target lima tahunan (2022 - 2026), kepala dinas menargetkan penumbuhan 72 pokdakan wanita dan 36 poklahsar wanita di seluruh Kapanewon Kulon Progo. “Adanya kelompok wanita baik di pokdakan dan poklahsar ini penting karena akan memberikan multiplier effect  lebih bagi masyarakat sekitar,” imbuh beliau. Realisasi penumbuhan pada 2022 tercatat 24 pada pokdakan wanita dan 12 poklahsar wanita. Adapun pada 2023, tercatat total pokdakan wanita adalah 13 kelompok sehingga total terdapat 37 kelompok. Untuk poklahsar wanita, terdapat penambahan 6 kelompok sehingga total terdapat 18 kelompok poklahsar wanita.

Maju Terus Perikanan Kulon Progo ! Siyogo Sendiko Mulyo !

Penulis : 

Isna Bahtiar, S.Kel., M.Ec.Dev.