Study Banding di Kabupaten Kediri Jawa Timur

Pengembangan sektor budidaya  perikanan menjadi program unggulan Kementrian Kelautan dan Perikanan sejak 10 tahun terakhir, beberapa komoditas unggulan ditekankan untuk dikembangkan  dengan Kabupaten/Kota yang memiliki potensi budidaya. Diharapkan  dengan hal ini  dapat memicu Kabupaten/Kota agar lebih gigih mengembangkan sektor budidaya sesuai potensi di wilayah masing-masing. Khususnya di kulon progo dengan adanya Dana keIstimewaan pemerintah khususnya Dinas Kelautan Dan Perikanan Kulon Progo menggandeng ibu ibu diseluruh wilayah Kulon Progo untuk menjadi pembududaya ikan  ( POKDAKAN) gurami dan lele

Dinas Perikanan dan Kelautan berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan terpenuhinya protein , juga dalam upaya penanganan stunting di kulon progo  pemanfaatan lahan budidaya serta meningkatkan produksi budidaya komoditas unggulan. Bersinergi dengan kelompok pembudidaya ikan wanita yang tersebar seluruh kulon progo. Namun demikian karena keterbatasan pengetahuan ibu ibu dalam pembudidayaan ikan ini maka  dinas perikanan dan kelautan kulon progo mengadakan study banding ke Dinas Perikanan Kediri Jawa Timur.

Tujuan dari kegiatan studi banding  di bidang perikanan dan budidaya adalah

  1. Meningkatkan pengetahuan pembudidaya ikan gurami dan lele
  2. Melihat langsung  pembudidaya Ikan gurami dan lele yang sudah maju
  3. Menginovasi pengolahan ikan  di sentra budidaya perikanan

Kesan pertama dikantor dinas perikanan Kediri : Di beranda depan para tamu disambut hangat dengan menawarkan hasil olahan ikan yang beraneka jenis serta harga terjangkau. Tak kalah menariknya perhatianku ketika dihalaman kantor perikanan ada mobil “ si moli cekat” yang digunakan untuk pelayanan pengecekan kwalitas air. Potensi Budidaya Perikanan yang disampakan  oleh  kepala dinas perikanan kediri Bapak  Nur Hafid , s.Pt.MM.  Pengembangan Budidaya Perikanan lele  menjadi salah satu fokus program pembangunan di Kabupaten Kediri,  pemanfaatan potensi lahan budidaya perikanan di Kabupaten kediri sudah bisa dikatakan optimal dengan hasil  setiap bulan bisa mencapai  60 ton.

Terdapat 3 jenis budidaya yang dilakukan oleh pelaku usaha budidaya perikanan yaitu budidaya gurami, lele dan ikan hias. Wilayah pengembangan usaha  budidayanya menyebar di hampir seluruh kecamatan. Salah satu faktor pemicu perkembangan usaha budidaya ikan gurami dan lele  di Kabupaten kediri  ,komoditas budidaya ikan gurami dan lele menjadi pilihan untuk memenuhi permintaan      pasar. Faktor lainnya yang mendukung perkembangan budidaya ikan gurami dan lele   di Kabupaten  kediri adalah meningkatnya kesadaran makan ikan di wilayah tersebut , dan semakin diterimanya komoditas ikan gurami dan lele  dari waktu ke waktu. Komoditas budidaya ikan air tawar yang di usahakan di Kabupaten kediri, 90% masih didominasi oleh ikan lele. Budidaya Ikan lele lebih disukai karena lele termasuk ikan yang terkenal “tahan banting” Untuk dapat bertahan hidup, lele tidak memerlukan kondisi atau persyaratan air khusus seperti halnya ikan air tawar Iainnya. Kemampuan Ikan lele tersebut membuat ikan ini dapat dibudidayakan di tempat yang minim air sekalipun.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

Terdapat beberapa permasalahan umum yang menjadi kendala dalam melaksanakan program pembangunan budidaya perikanan antara lain :

  1. Minimnya infratruktur penunjang di sentra budidaya, misalnya jalan produksi tidak kondusif;
  2. Minimnya pengetahuan pembudidaya ikan tentang teknik budidaya terutama manajemen pakan;
  3. Minimnya modal yang dimiliki untuk pengembangan usaha budidaya;
  4. Rendahnya jiwa wira usaha pembudidaya ikan sehingga cenderung mudah putus asa, padahal dalam usaha budidaya diperlukan keuletan dan kedisiplinan yang tinggi.

Upaya  pemerintah kulon progo dalam menangani permasalah diatas dengan cara:

  1. Peningkatan Kualitas SDM pelaku Usaha perikanan
  2. Penyediaan infrastruktur di Sentra Produksi Budidaya
  3. Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan
  4. Menguatkan  SDM dengan studybanding

Diharapkan dengan tiga kebijakan tersebut dapat meningkatkan produksi budidaya dan meningkatkan pendapatan pembudidaya. Berbagai kendala selama pelaksanaan kegiatan antara lain kurangnya tenaga teknis yang ahli dalam bidang budidaya terutama budidaya di tambak, kurangnya penyuluh perikanan lapang, lokasi medan yang sulit dan terlalu menyebar, minimnya fasilitas peralatan praktek percontohan budidaya.

Penulis : Asih, Pokdakan Maju Lancar , Gerbosari . Samigaluh.