PELAYANAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN DI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KULON PROGO

Berdasarkan  Peraturan  Bupati  Nomor  120  Tahun  2020  tentang  Kedudukan, Susunan  Organisasi,  Fungsi  dan  Tugas,  serta  Tata  Kerja  pada  Dinas  Kelautan  dan Perikanan, salah satu tugas Dinas Kelautan dan Perikanan adalah melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan. Melalui Program Pengelolaan Pembudidayaan Ikan salah satu keluarannya adalah Jumlah hasil ikan dan lingkungan Budidaya dalam 1 (satu) daerah Kabupaten/Kota yang teruji melalui pengelolaan kesehatan ikan. Melakukan pemantauan kesehatan ikan dan lingkungan secara berkala di kawasan budidaya berperan dalam upaya Peringatan Dini (Early Warning System) kejadian wabah penyakit ikan dan lingkungan. Tujuan dari monitoring ini antara lain meningkatkan mutu produk perikanan untuk pemenuhan kebutuhan pangan; meningkatkan keamanan pangan; dan meningkatkan daya saing produk.

Pengujian yang dapat dilayani di Bidang Perikanan Budidaya antara lain:

  1. Pengecekan Parameter Fisik Kualitas Air (pH, suhu, salinitas, turbiditas, konduktifitas)
  1. Pemeriksaan Parasit Sampel Ikan Sakit/ Monitoring Rutin

Fasilitas di Bidang Perikanan Perikanan Budidaya:

  1. WATER QUALITY CHECKER (WQC) yang dapat mengukur pH, suhu, salinitas, turbiditas, dan konduktifitas air kolam.
  2. MIKROSKOP DAN ALAT-ALAT PEMBEDAHAN IKAN untuk mengecek parasit yang terdapat di sisik, insang, dan organ dalam.
  3. ALAT SUNTIK OTOMATIS VAKSINASI IKAN yang dapat digunakan untuk pembudidaya yang menginginkan vaksinasi
  4. OBAT-OBATAN, PROBIOTIK, VITAMIN, DAN VAKSIN yang disediakan gratis (dalam jumlah terbatas) untuk pembudidaya

Apabila mulai terjadi serangan penyakit, kelompok pembudidaya ikan diharapkan kesadarannya untuk segera melaporkan ke Petugas Penyuluh Perikanan di wilayahnya atau petugas di Dinas Kelautan dan Perikanan agar segera dapat ditindaklanjuti. Biasanya petugas akan menyarankan agar pembudidaya dapat membawa sampel ikan dan air kolam/sumber yang bermasalah ke dinas untuk di uji kimia air dan penyakit parasitnya. Prosedur pengambilan sampel air dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  • Siapkan botol sampel steril minimal 600ml
  • Masukkan botol sampel ke dalam air sekitar 20 cm dari permukaan dalam kondisi masih tertutup
  • Buka tutup botol di dalam air dan masukkan air hingga penuh. Kemudian tutup rapat saat masih di dalam air
  • Beri label/tanda pada botol
  • Masukkan ke dalam cool box

Prosedur pengambilan sampel ikan untuk uji penyakit meliputi :

  • Sampel ikan hidup dengan gejala sakit : berenang kepermukaan, lemah, berenang terbalik kemudian mati, menunjukkan gejala abnormal
  • Jumlah sampel ikan sesuai dugaan prevalensi
  • Sampel ikan hidup dibawa menggunakan kantong plastik berisi air dan diberi oksigen
  • Sampel ikan mati dipisah secara individu untuk ikan ukuran besar, sedangkan untuk ukuran kecil digabung
  • Masukkan ke dalam coolbox

Pengujian fisika air dilakukan langsung dilokasi kolam dengan mencelupkan alat kualitas air berupa WQC ke kolam kemudian akan muncul angka yang menunjukkan nila pH, DO, suhu, salinitas, turbiditas, konduktifitas, dan TDS kemudian catat di borang pengamatan. Angkat alat cek kualitas air kemudian bersihkan dengan aquades steril. Untuk uji parasit ikan prosedur pengujiannya sebagai berikut:

  • Ambil lendir dari permukaan sisiknya, sirip/insangnya
  • Siapkan object glass, lalu letakkan organ yang akan diperiksa
  • Beri sedikit aquadest pada object glass
  • Tutup dengan cover glass
  • Periksa jenis parasit yang ada dengan mikroskop perbesaran 10x atau 4x
  • Identifikasi jenisnya sesuai dengan buku identifikasi penyakit parasit

Setelah dilakukan pengujian kualitas air dan pengamatan parasit/jamur kemudian akan dibuatkan laporan hasil uji yang mencantumkan hasil uji dan rekomendasinya. Hasil uji akan disampaikan ke kelompok pembudidaya ikan untuk ditindaklanjuti. Apabila mengalami kesulitan atau permasalahan dalam penanganan bisa meminta bantuan dan pendampingan dari petugas penyuluh perikanan atau dari dinas. Untuk tindakan preventif bisa dilakukan aplikasi pemberian vitamin ikan dan probiotik air/pakan yang juga tersedia di Bidang Perikanan Budidaya secara gratis. (Melani C., S.Pi.)