Peningkatan AKI untuk Kemajuan Perikanan Kulon Progo

Angka konsumsi ikan (AKI) adalah salah satu parameter penting untuk mengetahui tingkat konsumsi makan ikan masyarakat pada suatu wilayah. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (www.kkp.go.id), angka konsumsi ikan per kapita per tahun dapat digunakan untuk mengetahui besarnya kebutuhan ikan di dalam negeri yang dikonsumsi masyarakat. Angka konsumsi ikan per wilayah dimanfaatkan untuk perencanaan dan penetapan kebijakan suatu wilayah dalam pengelolaan perikanan.

Data rilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, angka konsumsi ikan nasional mencapai 56,48 kg/kapita pada 2022 (tercatat data AKI 2021 55,37 kg/kapita dan 54,56 kg/kapita pada 2020). Angka itu tumbuh 2.00% dari 2021 ke 2022 (lebih tinggi pertumbuhan pada periode 1,48% pada tahun 2020 ke 2021). Dibandingkan dengan rata-rata angka nasional terebut, angka konsumsi ikan di D.I. Yogyakarta adalah yang terendah dibandingkan provinsi lain yaitu di angka 32,7 kg/kapita. Adapun AKI di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022 adalah 30,97 kg/kapita meningkat jauh dari AKI tahun 2021 dengan angka 28,78 (tumbuh 7.60%).  

Untuk menjadi catatan tambahan, AKI sebenarnya adalah angka mencakup keseluruhan wilayah kabupaten. Hal ini disebabkan nilai ini mencakup tingkat angka konsumsi yang dihitung berdasarkan jumlah ikan dikonsumsi pada jumlah penduduk di kabupaten. Tentu angka ini tidak akan sama di tiap lokus kecil di kabupaten. Sangat dimungkinkan ada perbedaan di setiap wilayah kapanewon. Pada salah satu lokasi fokus usaha kelatuan dan perikanan tentu akan mempunyai kondisi yang berbeda dengan wilayah lain yang belum tersentuh usaha ini. Salah satu contohnya adalah daerah integrasi budidaya dan pemasaran ikan di Mina Watu Bulus, Sentolo tentu akan mempunyai nilai yang tinggi. Contoh lain, TPI Congot sebagai tempat penangkapan unggulan akan mempunyai nilai yang tinggi. Sebagai catatan tambahan, hasil produksi dari lokus-lokus ini terserap oleh pasar di tingkat lokal sehingga konsumsi ikan di tingkat lokal pasti akan meningkat.

Pada lokus-lokus penumbuhan kelompok dan pembangunan TPI ini akan tercipta peningkatan konsumsi makan ikan di masyarakat yang berdiam diri disana. “Adanya kelompok wanita baik di pokdakan dan poklahsar ini penting karena akan memberikan multiplier effect lebih bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ir Trenggono Trimulyo, MT., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Lokus kelompok terlihat dari catatan realisasi penumbuhan pada 2022 tercatat 24 pada pokdakan wanita dan 12 poklahsar wanita. Adapun pada 2023, tercatat total pokdakan wanita adalah 13 kelompok sehingga total terdapat 37 kelompok. Untuk poklahsar wanita, terdapat penambahan 6 kelompok sehingga total terdapat 18 kelompok poklahsar wanita.

Adapun lokus pengembangan dari sektor perikanan tangkap terlihat dari realisasi pembangunan kembali TPI Congot mempunyai tema TPI HEBAT sebagai akronim dari Tempat Pelelangan Ikan Higienis, Ekonomis, Bersih, Aman dan Tertib  (TPI HEBAT). Kabupaten Kulon Progo sendiri sesuai dengan SK Bupati Kulon Progo No 32 Tahun 2008 telah menetapkan  4 lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yaitu TPI Congot, TPI Karangwuni, TPI Bugel, dan TPI Trisik. TPI Hebat sendiri dicirikan dengan dengan bangunan yang berciri khas budaya dan berbasis wisata. Pembangunan perdana sudah terselesaikian pada Tahun 2023 di Pantai Congot, Jangkaran, Temon.

Maju Terus Perikanan Kulon Progo ! Siyogo Sendiko Mulyo !

Penulis : Isna Bahtiar, S.Kel., M.Ec.Dev.