Penggunaan Obat Alami/Herbal Untuk Budidaya Ikan

Budidaya ikan memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani global, namun tantangan kesehatan ikan dan dampak lingkungan dari penggunaan obat-obatan kimia menuntut solusi yang berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang semakin diterima adalah penggunaan obat alami/herbal, yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan ikan dan lingkungan budidaya. 

Obat alami atau herbal untuk ikan merujuk pada penggunaan bahan-bahan alami, seperti tanaman, rempah-rempah, dan ekstrak tumbuhan, untuk tujuan pengobatan, pencegahan penyakit, atau meningkatkan kesehatan ikan dalam konteks budidaya perikanan.

Berikut beberapa jenis obat alami/herbal yang dapat diaplikasikan untuk beberapa peyakit ikan:

1. Fermentasi debog pisang

Khasiat: Pengendalian parasit pada ikan

Cara membuat:

  1. Ambil batang pisang segar (pisang kluthuk) kurang lebih 1 m cacah halus masukkan dalam drum sampai terisi penuh. Masukkan air ke dalam drum yang telah terisi cacahan batang pisang hingga penuh. Rendam kurang lebih 2 – 3 minggu/ sampai hancur berserat seperti senar.
  2. Saring hasil rendaman,tambahkan 2 ons trasi yang dilarutkan dalam air, campurkan sampai homogen.
  3. Lanjutkan rendaman sampai berubah warna kuning keemasan jernih dan tidak berbau kurang lebih 5 minggu
  4. Sebarkan ke dalam kolam setiap seminggu sekali untuk pencegahan
  5. Larutan yang sudah jenih siap digunakan untuk pengobatan 10 ml / m3 air, untuk pencegahan 2-3 ml / m3air

2. Jus Jantung Pisang

Khasiat: Pengendalian parasit ikan

Bahan dan cara pembuatan: jantung pisang yang di blender 1 kg di tambah 1 liter air semprotkan rata di permukaan kolam.

3. Perendaman batang pisang segar

Khasiat: Pengendalian penyakit bintik Putih (Ich)

Bahan dan cara pemakaian: Batang pisang segar ukuran 100 cm di potong jadi empat dan dibelah menjadi empat, masukkan ke kolam ukuran 200 m2 selama 3 – 4 hari, diangkat pada hari ke-3/4, ulangi perendaman jika masih ada ikan yang sakit. Sesuaikan ukuran batang pisang dengan ukuran kolam anda.

4. Daun meniran

Khasiat: pengobatan Bakteri Aeromonas

Bahan dan cara membuat: daun meniran kering 0,5 ons direbus dengan air tiga gelas dijadikan air rebusan menjadi 1 gelas dicampurkan dengan pakan 1 kg, lakukan 3-5 hari berturut-turut.

5. Daun Pepaya

Khasiat: Pengobatan bakteri Aeromonas dan parasit bintik putih

Cara penggunaan: 2 gr daun pepaya dicacah halus dalam 100 mL air. Rendam ikan sakit selama 1 jam

Biasanya juga digunakan sebagai pakan untuk gurami dan ikan nila.

6. Daun sirih

Khasiat: Menanggulangi bakteri Aeromonas, penyakit bercak merah dan borok, selain itu diguanakan untuk pengendalian penyakit bintik putih (Ich)

Cara penggunaan: 2 gr ekstrak daun dicampur ke dalam 60 mL air untuk perendaman ikan sakit. Untuk pengendalian Ich, perendaman dilakukan selama 12 jam

7. Bawang putih

Khasiat: Untuk pengobatan Aeromonas pada ikan patin, Penanggulangan infeksi sekunder pada kasus KHV (Koi Herpes Virus) pada ikan mas, pengendalian parasit

Cara penggunaan: 25 mg bawang putih dihaluskan dan dicampurkan ke dalam 1 L air untuk perendaman ikan sakit. Untuk KHV haluskan sebanyak 30 gr bawang putih untuk tiap 100 mL air rendaman.

8. Daun Mengkudu (pace)

Khasiat: Imunostimulan (meningkatkan kekebalan tubuh ikan) dan pengobatan cacing. Daun dan buahnya dapat digunakan untuk pakan ikan nila dan tawes

Cara penggunaan: 10 lembar daun dicacah/diremas-remas dalam 5 L air, gunakan untuk perendaman. Untuk perendaman ikan cacingan, 3 mg ekstrak daun dilarutkan dalam1 liter air.

Penggunaan obat alami dalam budidaya ikan bukan hanya memberikan solusi untuk menjaga kesehatan ikan, tetapi juga kesehatan konsumen dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan  untuk menuju budidaya yang berkelanjutan. Dengan menjaga kesehatan ikan menggunakan bahan-bahan alami, kita dapat menciptakan lingkungan budidaya yang aman dan berkelanjutan. Kombinasi antara praktik budidaya yang bijaksana, inovasi teknologi, dan penerapan obat alami dapat membawa industri budidaya ikan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan sehat.

_Mega Dissa A._