Hasil Diskusi Forum UPR “Apik Winih Ku”

Forum UPR “Apik Winih Ku” atau Forum Asosiasi UPR (Unit Pembenihan Rakyat) Kabupaten Kulon Progo merupakan Forum Silaturahmi antar Pelaku Usaha UPR dengan steakholder terkait lainnya (DKP-KP dan Penyuluh Perikanan Kulon Progo) yang diselenggarakan secara rutin setiap 3 bulan sekali.

Forum terbaru dilaksankan pada 22 Februari 2024 di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo (DKP-KP). Dalam forum ini Bapak Trenggono Trimulyo, M.T selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo memberikan arahan bahwa Forum UPR Kulon Progo harus ikut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Program DKP-KP yang sudah dijalankan sejak 2022 yaitu Program “GerBang SeGoRo (Gerakan Membangun Secara Gotong Royong)” bidang kelautan dan perikan mulai dari hulu ke hilir guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan, termasuk UPR didalamnya.  Sedangkan Bapak Suryadi, S.Kel selaku Kepala Bidang Perikanan Budidaya menegaskan bahwa seluruh langkah dan upaya Forum UPR harus dapat mendukung dan mewujudkan kesuksesan pelaksanaan Program “GerBang SeGoRo”.

Adapun dari sesi diskusi dalam Forum UPR “Apik Winih Ku” menghasilkan beberapa poin hasil kesepakatan sebagai berikut:

  • Untuk mewujudakan keberlanjutan/Sustainable dalam pembenihan ikan, maka pelaku usaha (UPR) membutuhkan kemudahan akses dalam hal; ketersedian induk berkualitas, ketersedian pakan pokok (cacing sutra) dan jaringan pemasaran hasil;
  • Perlunya Peningkatan SDM pembenih. Ilmu budidaya (pembenihan) secara teori maupun praktek sangat diperlukan. Untuk itu pelatihan atau study tiru sangat dibutuhkan untuk peningkatan kompetensi SDM pembenih ikan. Asosiasi “Apik Winih Ku” siap berpartisipasi dan berkolaborasi untuk mewujudkan peningkatan kopetensi SDM pembenih ikan;
  • Pemetaan potensi produk UPR perlu disosialisakan dalam wadah group WA, informasi bisa disampaikan oleh penyuluh perikanan maupun pelaku usaha pembenihan (UPR) guna memaksimalkan potensi pasar melalui promosi tidak langsung secara internal;
  • Perlu tindak lanjut akan legalitas Asosias “Apik Winih Ku”, dengan langkah awal melakukan koordinasi dalam penentuan “Sekretariat” Asosiasi untuk selanjutkan dituangkan dalam “Akta Perubahan Asosiasi Apik Winih Ku” dengan Akta Notaris. , namun sebelum administrasi berjalan dipastikan tentang kesepakatan sekretariat yang saat ini berubah nama menjadi Sarwo Laris, diperlukan koordinasi penentu kebijakan tentang nama sekretariat yang akan tertuang dalam Akta Notaris pembaharuan

Penulis:

  • Ade Saepudin, S.Pi., M.M