RAPAT KOORDINASI DI KANTOR BALMON SFR KELAS 1 YOGYAKARTA

Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo berkesempatan mengikuti rapat koordinasi di kantor Balmon SFR Kelas I Yogyakarta, Jumat (01/03/2024) sebagai upaya untuk menertibkan frekuensi radio yang digunakan dalam semua sektor kehidupan termasuk industry, penelitian dan medis (ISM).

Rapat Koordinasi dipimpin oleh Enik Sarjumanah selaku Kepala Balai Monitor. Tujuan diadakannya rapat koordinasi ini yaitu memberikan informasi terkait SFR (Spektrum Frekuensi Radio) dan mengkoordinasikan terkait spektrum frekuensi radio di wilayah kerja kantor Balmon SFR Kelas I Yogyakarta. Spektrum Frekuensi Radio merupakan sumber daya alam yang terbatas. Bagian dari gelombang elektromagnetik yaitu suatu gelombang yang terbentuk dari sekumpulan medan Listrik dan medang magnet. Dapat merambat di udara atau ruang bebas (free space) tanpa penghantar buatan. Tidak mengenal batas suatu wilayah, dan memiliki frekuensi dari 300 Hz hingga lebih dari 300 GHz.

Selanjutnya pemyampaian dari Nurul Muttaqien selaku Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Infrastruktur Sistem Monitoring Frekuensi Radio dan Konsultasi Publik terkait program tahun 2024 yaitu pelaksanaan bimbingan teknis LRC (Long Range Certificate) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul dengan peserta 27 nelayan, pelaksanaan bimbingan teknis SRC (Short Range Certificate) di bulan Juli rencana di Pelabuhan Loh Gending, dan Sosialisasi tentang MOOTS di Balmon Jogja.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kulon Progo, Kab. Bantul dan Kab. Gunungkidul. Penyampaian tentang kondisi Pelabuhan perikanan di Pelabuhan Sadeng. Kapal yang berada di Pelabuhan Sadeng terdapat 7 kapal yang memiliki perijinan radio 3 kapal, untuk kapal 5-10 GT terdapat 45 kapal kemudian yang menggunakan radio terdapat 10 kapal. Untuk wilayah Kab. Gunungkidul kurang lebih terdapat 350 PMT dan saat ini tidak terdapat radio yang berada di PMT tersebut dikarenakan rawan terkena air dan tidak aman apabila di simpan di PMT. Kab. Bantul dan Kab. Kulon Progo saat ini juga lebih banyak perahu motor tempel sehingga tidak terdapat radio yang digunakan.