TERJADI LAKA LAUT DI PERAIRAN KARANGWUNI

Perairan Karangwuni sebuah wilayah perairan yang penting bagi aktivitas nelayan Kabupaten Kulon Progo,  baru-baru ini menjadi saksi tragedi yang mengguncang. Dengan ditemukannya kapal compreng 16 GT asal Pangandaran, Jawa Barat bernama “Kapal KM. Mugi Jaya” ditemukan pada pukul 18.00 WIB di Pantai Glagah dalam keadaan terombang-ambing di perairan Pantai  pada hari Rabu (13/03/2024).

Sebelumnya dilaporkan bahwa Kapal KM. Mugi Jaya berangkat dari Banten dengan empat ABK di atasnya bernama Arba, Acil, Anggi, dan Masita yang masing-masing beralamat di Wanasalam, Serang, Banten pada hari Jumat, 08 Maret 2024 sekitar pukul 15.30 WIB dengan membawa bekal untuk kebutuhan selama 2 hari di laut, dan direncanakan siang hari pada hari Minggu, Kapal KM. Mugi Jaya tiba mendarat di Binuangeun. Namun hingga malam hari belum ada tanda-tanda kapal KM. Mugi Jaya kembali ke Binuangeun. Lebak, Banten.

Awal mula kejadian, Pada hari Minggu, 10 Maret 2024 setelah KM MUGI JAYA melaut selama 2 hari, kapal kehilangan kontak/Lost Contact setelah mesin kapal tersebut mati. Akibatnya, kapal ini kehabisan bahan bakar dan terdorong oleh gelombang di tengah laut. Arus yang kuat membawa kapal ke arah timur hingga ke perairan selatan Kulonprogo. Karena kehabisan bekal setelah beberapa hari dan melihat daratan, keempat nelayan itu memutuskan dengan terpaksa melompat ke laut untuk berenang ke daratan,  2 orang ABK (Acil dan Masita) berhasil mendarat dengan selamat di sekitar Dermaga Karangwuni Wates Kulon Progo walaupun dalam kondisi lemas dan langsung dibawa oleh personil (SAR) Satlimnas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah ke UGD RS. Rizki Amalia Temon. Sedang 2 orang yang lain, dalam pencarian.

Selanjutnya Pada hari Jumat, 15 Maret 2024, sekitar pukul 15.30 WIB, dua mayat laki-laki ditemukan di Pantai Pleret dan Pantai Bugel di Panjatan, Kulonprogo. Dua mayat tersebut diduga merupakan ABK Mugi Jaya asal Banten yang terdampar di perairan Karangwuni. Mayat pertama ditemukan di Pantai Pleret, sekitar 5 kilometer dari lokasi perahu terdampar, sedangkan mayat kedua ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi pertama, di Pantai Bugel, setelah satu setengah jam kemudian. Tim SAR menduga bahwa mayat pertama yang ditemukan adalah Anggi dan yang kedua adalah Arba. Namun, kepastiannya masih menunggu proses identifikasi dari tim medis dan Inafis, sehingga kedua mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Wates untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sumber : SAR Wilayah V Glagah

Ditulis oleh : M. Irfan Maulana O (Mahasiswa Magang MBKM UGM)