Monitoring dan Evaluasi Beserta Penyerahan SKP di Poklahsar Mbokdaya

Pada hari Selasa (19/03/2024), tim monitoring dan evaluasi Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo melakukan kunjungan ke Poklahsar Mbokdaya. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi bantuan hibah dana keistimewaan melalui DKP Kulon Progo beserta penyerahan SKP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan). Poklahsar Mbokdaya merupakan kelompok wanita pengolahan dan pemasaran ikan yang berada di Kapanewon Girimulyo. Produk utama dari kelompok ini yaitu aneka olahan berbahan dasar ikan lele, mulai dari lele krispi, kerupuk ikan lele, basreng ikan lele, serta stik ikan lele.

Poklahsar Mbokdaya menerima bantuan hibah dana keistimewaan berupa bantuan peralatan untuk menunjang proses produksi pengolahan. Bantuan fasilitas peralatan pengolahan diharapkan dapat memberdayakan masyarakat khususnya anggota Poklahsar Mbokdaya sehingga masyarakat dapat mandiri melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran. Kemudian pada acara monev kali ini juga dilaksanakan penyerahan SKP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan). Penyerahan SKP ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Gerai SKP, satu kegiatan percepatan pendampingan pembuatan SKP bagi pelaku usaha P2HP dari Direktorat Pengembangan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Kulon Progo pada bulan Februari. SKP adalah sertifikat yang diberikan kepada Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah menerapkan Cara Pengolahan Ikan yang Baik (Good Manufacturing Practices) dan memenuhi persyaratan Prosedur Operasi Standar Sanitasi (Sanitation Standard Operating Procedure). Setelah memiliki SKP diharapkan kelompok ini bisa lebih maju dan memiliki pasar yang lebih luas.

Pada saat yang bersamaan, Poldakan Mbokdaya juga menerima sosialisasi terkait strategi pemasaran oleh Bapak Wahyu Tri Atmojo dari Dinas Koperasi DIY. Beliau menjelaskan untuk memperluas pasar dapat melakukan promosi melalui sosial media seperti instagram. Dalam membuat konten juga perlu memperhatikan beberapa hal untuk menaikkan engagement atau tingkat interaksi pengikut, seperti: menggunakan talent berpenampilan menarik, menjunjukkan kelucuan, menampilkan produk yang menarik, membuat aktifitas tulisan, serta tidak kaku dalam membuat postingan. Selain itu, dijelaskan juga tentang cara pengambilan foto yang baik pada saat pameran. Beberapa contoh foto yang dapat dipotret saat pameran yaitu: foto stand, foto saat ada kunjungan, foto produk, foto suasana pameran, serta kondisi keceriaan pameran.

Kontributor: Putri Anggita Sari Husna (Mahasiwa Magang MBKM Fakultas Perikanan UGM)