Monitoring dan Evaluasi Poklahsar di Kapanewon Kokap

Pada hari Selasa (26/03/2024), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kelompok wanita pengolah dan pemasar produk perikanan di Kapanewon Kokap, Kulon Progo guna meninjau pemanfaatan dan keberlanjutan bantuan hibah yang telah diberikan. Kegiatan monev kali ini sedikit berbeda dengan monev sebelumnya. Pada kegiatan monev kali ini DKP Kulon Progo tidak melakukannya sendirian melainkan didampingi oleh DKP DIY. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sub Koordinator Kelompok Substansi Bina Usaha Perikanan, Bapak Bambang Dwi SR, S.Pt., M.M. beserta staff. Kegiatan monitoring lebih terfokus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan. Monitoring dilakukan dengan cara menggali untuk mendapatkan informasi secara reguler berdasarkan indikator tertentu dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati.

Kelompok pertama yang dilakukan monitoring dan evaluasi yaitu Salmon Crispy yaitu kelompok wanita pengolah dan pemasar binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo yang secara khusus memproduksi olahan Ikan Red Devil. Salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa sejak bulan Januari kemarin, kelompok ini belum memproduksi olahan salmon krispi dikarenakan ada beberapa kendala. Selaku Koordinator Kelompok Substansi Bina Usaha Perikanan, Bapak Bambang Dwi SR, S.Pt., M.M. menyampaikan beberapa hal untuk memotivasi dan membangun kembali semangat anggota poklahsar untuk kembali berproduksi.

Kelompok kedua yang dilakukan monitoring dan evaluasi yaitu Lancar Migunani. Lancar Migunani merupakan kelompok wanita pengolah dan pemasar binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo yang secara khusus memproduksi olahan Ikan Lele berupa basreng Ikan Lele. Hingga saat ini, kelompok ini masih aktif memproduksi basreng ikan lele setiap 2-3 hari sekali. Bahan utama yang digunakan untuk memproduksi basreng yaitu: tepung terigu, fillet ikan lele, telur, dan bumbu penyedap. Basreng ikan lele dijual dengan cara menitipkan ke warung-warung yang berada di sekitar Kokap, Kulon Progo. Poklahsar Lancar Migunani menjual basreng dalam kemasan antara 50-200 gr, namun juga menerima pesanan kemasan 1 kg. Pada kesempatan ini, Bapak Bambang berpesan agar selalu menjaga kualitas dan kuantitas dari produk yang dijual agar mampu bersaing dengan produk lain yang sejenis.

Penulis: Putri Anggitasari H. (Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Program MBKM UGM)