Optimalkan Hasil Tangkapan: Pelatihan Pembuatan dan Perawatan Alat Tangkap Jaring Bersama BPPP Tegal

Kulon Progo - Senin (13/05/2024) Potensi perikanan di Kabupaten Kulon Progo termasuk sangat besar dalam bidang perikanan tangkap. Memiliki garis pantai yang panjang dan kekayaan laut yang melimpah, peluang untuk mengembangkan sektor perikanan di daerah ini sangatlah besar. Sebagai masyarakat Kulon Progo memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan hidup ikan di perairan agar tetap ada dan optimal. Namun, untuk mengoptimalkan hasil tangkapan, diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pembuatan dan perawatan alat tangkap. Salah satu upaya untuk hal tersebut adalah melalui pelatihan pembuatan dan perawatan alat tangkap jaring yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan D.I. Yogyakarta yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal. Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh para nelayan Kulon Progo khususnya di Pantai Congot dalam meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Pelatihan pembuatan dan perawatan jaring dilaksanakan pada tanggal 13 - 16 Mei 2024 di UPT TPI Congot. Pelatihan ini mengundang 30 orang peserta yang merupakan anggota KUB nelayan di Pantai Congot. Peserta pelatihan ini merupakan warga masyarakat pesisir dari Kapanewon Temon. Pelatihan dan perawatan alat tangkap ikan merupakan program pelatihan dari Dinas Kelautan dan Perikanan D.I. Yogyakarta bersama Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal. BPPP Tegal dihadiri oleh Bapak Kuswanto. Dikatakan Bapak Kuswanto, bahwa pelatihan alat tangkap ini lebih terfokuskan pada jenis jaring insang/gillnet. Alat tangkap jenis gillnet merupakan alat tangkap efektif yang ramah lingkungan. Banyak negara industri yang masih menggunakan gillnet. Harapannya dari pelatihan ini, nelayan di Pantai Congot bisa membuat, mendesain, dan merakit alat penangkapan ikan.

Peserta yang mengikuti tampak sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan. Harapan untuk kedepannya, optimalisasi hasil tangkapan tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan pendapatan para nelayan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya laut. Dengan teknik dan perawatan alat tangkap yang tepat, pengambilan hasil laut dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab, mengurangi resiko overfishing dan memastikan kelangsungan stok ikan untuk masa yang akan datang.

Penulis : M. Irfan Maulana O. (Mahasiswa Magang MBKM UGM)