Monev Poklahsar: Upaya Pemantauan Kelompok Pengolah dan Pemasar

Guna memantau perkembangan kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di Kabupaten Kulon Progo, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo secara rutin melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi Poklahsar yang ada di Kulon Progo. Seperti pada hari Kamis (16/5/2024), kegiatan monitoring dan evaluasi Poklahsar dilakukan pada Poklahsar Sidiq Rizal yang berada di Desa Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo.

Poklahsar Sidiq Rizal merupakan usaha pengolahan ikan wader krispi yang sudah berdiri sejak 2005 dan diketuai oleh Ibu Wakijah. Poklahsar Sidiq Rizal sudah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan juga Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Hal ini menunjukkan bahwa produk olahan Poklahsar Sidiq Rizal bebas dipasarkan secara luas karena keamanan dan mutu produk sudah terjamin. Selain itu, proses pengolahan produk juga telah menerapkan cara pengolahan ikan yang baik (good manufacturing practices) dan memenuhi persyaratan prosedur operasi sanitasi standar (standard sanitation operating procedure). Untuk membuat produk wader krispi yang bermutu dan berkualitas, terdapat beberapa tahapan yaitu: penerimaan bahan, pencucian, pemberian bumbu, penggorengan pertama, penirisan, penggorengan kedua, penyimpanan, pengemasan, dan pemasaran.

Ibu Wakijah menjelaskan bahwa dalam satu bulan rata-rata mampu memproduksi 400 kg ikan wader krispi. Harga bahan baku ikan wader segar yaitu Rp. 15.000, kemudian wader krispi dijual dengan harga Rp. 80.000 per kilogramnya. Terdapat dua varian rasa wader krispi yang dijual yaitu rasa original dan rasa balado pedas. Berbeda dengan produk wader krispi balado pedas yang biasanya ada di pasaran. Produk wader krispi pedas milik Ibu Wakijah tidak dibumbui menggunakan bubuk cabe, melainkan dibuat menggunakan cabe segar yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan tepung sebelum digoreng, sehingga mendapatkan produk dengan rasa yang enak dan tampilan yang menarik. Pemasaran wader krispi dilakukan dengan menjual langsung di rumah dan juga dititipkan di toko oleh-oleh yang ada di Yogyakarta. Selain itu juga dijual melalui platform online, namun penjualannya tidak begitu ramai. Dalam pemasarannya Poklahsar Sidiq Rizal juga dibantu oleh Dinas Koperasi Yogyakarta.

Penulis: Putri Anggitasari H (Mahasiswa Magang MBKM UGM)