Pengawasan Kesegaran Ikan dan Uji Formalin di Pasar Brosot untuk Kualitas Perikanan yang Lebih Baik

Ikan adalah salah satu sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Namun, ikan yang tidak segar atau tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan makanan hingga infeksi parasit. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kualitas ikan di pasar-pasar tradisional seperti yang dilakukan pada Kamis (16/04/2024) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo (DKP KP) di Pasar Brosot, Galur menjadi hal yang penting.

Pengecekan kualitas ikan dilakukan kepada dua penjual ikan yang ada di Pasar Brosot yaitu, Ibu Eva Novianti dan Ibu Supriyanti. Pengecekan yang dilakukan menggunakan alat pengukur keasaman (pH) yang ditusukkan secara langsung pada daging sampel ikan. Ikan yang dilakukan pengecekan bermacam-macam seperti ikan cakalang, bawal, bandeng, nila, dan lain-lain. Hasil dari pengecekan pada kedua penjual ikan di Pasar Brosot menunjukkan hasil yang baik untuk kadar keasaman ikan yang berada di rentang 6-7, hal ini menunjukkan ikan aman untuk dikonsumsi.

Selain melakukan pengecekan pada penjual ikan segar yang ada di Pasar Brosot, juga dilakukan pengecekan kepada penjualan ikan asin yang ada di pasar tersebut. Pengecekan yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan formalin pada ikan asin yang dijual. Pengcekan dilakukan pada gerai Ibu Juminten dan Ibu Prapti yang ada di Pasar Brosot. Hasil pengecekan pada sampel ikan asin keduanya menunjukkan hasil yang negatif, yaitu tidak ada kandungan formalin pada ikan asin yang dijual.

Penulis: Afifah Asriani, Mahasiswa Magang Kampus Merdeka (MBKM) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada