Awas Bahaya Formalin di Sekitar Kita

Ikan merupakan bahan pangan yang mengandung sumber protein, lemak esensial, mineral dan vitamin. Proses metabolisme mikroorganisme dan aktivitas enzim di dalam tubuh ikan membuat ikan yang mati cepat membusuk. Salah satu cara pengawetan ikan agar tidak mengalami kebusukan adalah dengan menambahkan garam pada ikan segar atau ikan setengah basah sehingga ikan menjadi asin.

Pada konsentrasi tinggi, garam dapat mencegah kerusakan ikan dan pembusukan mikroorganisme, dimana garam mempunyai tekanan osmotik yang tinggi, sehingga akan menarik air dari daging ikan dan cairan dari sel mikroba, yang mengakibatkan sel mikroba mengalami kematian (Jurnal Uji Fisik dan Laboratorium Kandungan Formalin dalam Ikan Asin, 2019).

Kamis, 30 Mei 2024 tim pengawasan mutu hasil perikanan pada Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan pengawasan mutu secara rutin guna memastikan bahwa ikan asin yang beredar di pasar Kabupaten Kulon Progo aman dari bahan yang membahayakan (zat formalin). Pengawasan kali ini dilakukan di Pasar Beji Wates.

Dari Pasar Beji Wates diambil sebanyak 20 sampel ikan kering asin, 1 sampel ikan pindang tongkol dan 2 sampel ikan pindang salem untuk di uji di laboratorium keamanan pangan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo.

Uji test kit formalin menyatakan bahwa terdapat positif formalin untuk sampel ikan jambal dan cumi kering asin sebesar 20 mg/l. Pemakaian formalin pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia. Mari kita sadar dan waspada akan keamanan pangan yang ada di sekitar kita. Salam Sehat!

Penulis : Atika Nur Fitriana