Peninjauan Kolam Budidaya “Program Bantuan Kolam dan Benih oleh YGSI”

Kulon Progo - Pada (08/04/2024) bidang budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo melakukan peninjauan kolam yang nantinya akan diberi bantuan benih ikan oleh Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI). Saemaul Globalization Foundation ini merupakan suatu yayasan nirlaba yang didirikan pada tahun 2013 yang berasal dari Korea Selatan tepatnya di Gyeongsangbukdo. Tahun 2015 yayasan ini membuka kantor di Indonesia dan pada 2016 dibentuklah Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI). YGSI bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat desa dengan menerapkan konsep dari Korea Selatan dan tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia. Salah satu program pemberdayaan masyarakat yaitu memberikan bantuan kolam dan benih ikan di beberapa kalurahan yang ada di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, bidang budidaya DKP Kulon Progo dalam hal ini turut serta meninjau kolam budidaya yang akan diberi bantuan.

Terdapat 3 kelompok yang rencananya akan dikunjungi oleh dinas kelautan dan perikanan. 3 kelompok tersebut diantaranya berada di wilayah Tanjungharjo, Wijimulyo, dan Jatisarono. Ketiga kolam tersebut berada di Kalurahan Nanggulan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tim YGSI, bantuan yang diberikan maksimal untuk 10 kolam. Namun, jumlah tersebut juga tergantung kondisi yang ada. Kolam berbentuk bulat dengan ukuran diameter 4. Bantuan benih ikan yang diberikan yaitu ikan lele dan gurami.

Kalurahan Tanjungharjo dengan 10 kolam akan diberi benih ikan lele dengan masing-masing benih berjumlah 2.500 benih per kolam. Jumlah benih tersebut untuk kolam yang berukuran diameter 4 menurut tim budidaya DKP Kulon Progo dapat ditingkatkan kembali mengingat ukuran kolam yang cukup besar dapat diisi 10.000 benih ikan lele. Namun, tim YGSI akan tetap mencoba 2.500 benih ikan lele terlebih dahulu untuk melihat pertumbuhan dan meminimalisir risiko yang ada. Kalurahan Wijimulyo dengan 9 kolam akan diberi benih ikan gurami. Sedangkan untuk Kalurahan Jatisarono dengan 8 kolam akan diberi benih ikan gurami sama seperti di Kalurahan Wijimulyo.

Program bantuan dari YGSI ini didukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo. Bidang budidaya juga sangat memberi perhatian dan tentunya terbuka untuk mendampingi apabila terdapat kesulitan ataupun pertanyaan terkait pembudidayaan ikan lele dan gurami. Pada saat peninjauan, bidang budidaya juga mengajak Bapak Wagiran yang merupakan seorang pembudidaya yang dipercaya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu para kelompok budidaya. Harapannya dengan adanya program bantuan ini, kelompok budidaya akan diberdayakan sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya pasokan serta Angka Konsumsi Ikan (AKI) khususnya di wilayah Kalurahan Tanjungharjo, Wijimulyo, dan Jatisarono.

Kontributor: Devi Nurviana Asriningati (Mahasiswa Magang MBKM UGM)