Pendampingan Kolam di Wanadelima Orchard

      Kulon Progo - Kegiatan pendampingan dan monev kolam di Wanadelima Orchard dilaksanakan pada (08/04/2024) oleh Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo. Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Bapak Ir. Trenggono Trimulyo, M.T. Atas permintaannya, beliau ingin agar Bidang Perikanan Budidaya dapat meninjau kolam tersebut karena rencananya akan dilakukan  perombakan agar menjadi kolam dengan sistem pembuangan kotoran yang lebih baik. Kegiatan pendampingan ini juga turut mengajak Bapak Wagiran sebagai ahli teknis perikanan membantu permasalahan kolam dan budidaya.

            Wanadelima Orchard terletak di Desa Secang, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Wana Delima ini merupakan kawasan wisata edukasi yang didalamnya terdapat kebun anggur, lahan pertanian outdoor dan green house, taman kelinci, kolam budidaya ikan, dan terdapat ternak kambing untuk pengolahan pakan ternak. Lahan yang ada di eduwisata ini cukup luas sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan yang baik adalah pemanfaatan yang dapat mencakup berbagai sektor mulai dari pertanian, perikanan, dan peternakan. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu perikanan karena disana juga terdapat kolam budidaya ikan. Namun, terdapat permasalahan mengenai sistem pembuangan kotoran sehingga perlu adanya perbaikan untuk sistem tersebut.

            Bidang budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo beserta Bapak Wagiran bertemu dengan pengelola Wanadelima Orchard yaitu Bapak Joko Triyono yang ditemani oleh Bapak Gustav yang juga pengelola eduwisata tersebut. Wanadelima Orchard sudah memiliki kolam budidaya, namun saat ini belum menggunakan sistem central drain. Central drain adalah teknologi yang dapat memaksimalkan pembuangan kotoran ikan. Sistem pembuangan ini berada di tengah kolam yang dibuat dengan kemiringan 35%. Kolam yang dibuat dengan sistem central drain dapat membuang kotoran yang ada di dasar dengan cepat dan mudah serta tanpa membuang banyak air. Hal tersebut dapat menjaga kualitas air dan hemat tenaga kerja. Sistem ini dapat diterapkan di kolam dengan kepadatan tebar yang tinggi. Bentuk kolam yang dapat menggunakan sistem ini berbentuk bulat atau petak.

            Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mengelola kolam budidaya ikan haruslah direncanakan dengan baik mulai dari kapasitas, pengelolaan, fokus bidang, dan sumber daya manusianya. Bidang budidaya memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal tersebut. Kemampuan kapasitas dengan luas kolam yang ada akan dikelola seperti apa dan akan fokus di ikan apa saja. Selain itu, bagaimana tentang SDM yang akan mengelola agar tidak kekurangan maupun kelebihan kapasitas. Bapak Wagiran menambahkan untuk ikan yang dibudidayakan terdapat tiga pilihan yaitu lele, nila, dan gurami. Setelah mendengarkan penjelasan dari bidang budidaya dan Bapak Wagiran, pengelola Wanadelima Orchard ingin menebar ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan mudah untuk dijual. Menurut Bapak Wagiran sendiri jika ingin kedua poin tersebut terpenuhi lebih baik menebar ikan lele atau gurami saja karena jika ikan nila harus menyediakan blower atau kincir yang harus bergerak 24 jam penuh. Hal tersebut akan membutuhkan perhatian yang lebih karena harus selalu siap siaga mengawasi jika terjadi pemadaman listrik.

            Diskusi terus berjalan dan pada akhirnya Bidang Perikanan Budidaya akan menindaklanjuti kembali karena masih banyak hal yang harus diperhatikan terutama mengenai pasokan air saat musim kemarau. Bidang Perikanan Budidaya akan berupaya untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Pendampingan ini diharapkan dapat mampu memaksimalkan kolam budidaya ikan yang ada di Wanadelima Orchard karena nanti hasilnya juga dapat digunakan untuk membantu pengelolaan eduwisata serta dapat memajukan Wanadelima Orchard sebagai kawasan wisata yang didalamnya mencakup banyak sektor bidang.

 

Kontributor: Devi Nurviana Asriningati (Mahasiswa Magang MBKM UGM)