Pengecekan Kesiapan Air Kolam untuk Budidaya Ikan Gurame dan Lele

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu, 12 Juli 2024 melakukan pengecekan kesiapan air kolam budidaya di kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Sumber Mina, Kebonharjo, Samigaluh dan Pokdakan Mina Putri Mandiri, Pandaan Ngasem, Banjarharjo, Kalibawang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei lokasi bantuan sarana dan prasarana budidaya, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimawaan. Acara tersebut dihadiri oleh staf bidang perikanan budidaya, penyuluh perikanan Kabupaten Kulon Progo, dan anggota kelompok budidaya ikan yang dituju.

Pemberian bantuan sarana dan prasarana budidaya merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akuakultur (budidaya perikanan) merupakan salah satu subsektor yang diharapkan dalam mewujudkan misi kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Budidaya perikanan di tingkat bawah berkontribusi terhadap kesejahteraan pembudidaya ikan dalam menjamin ketersediaan pangan rumah tangga, gizi, dan kesehatan, penyedia lapangan pekerjaan dan juga pendapatan di pedesaan (Hermawan et al., 2017).

Bantuan hibah berupa 250 ekor benih gurami ukuran 8-12 cm, 5.000 ekor benih lele ukuran 8 cm, 10 unit kolam bulat D2 tinggi 1,2 meter, 5 unit kolam bulat D3 tinggi 1,5 meter, 664 kg pakan ikan pembesaran, 1 buah pH meter, 3 botol probiotik air/sel multi, 2 botol probiotik pakan/EM4, serta 1 buah thermometer. Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan, pada kedua lokasi tersebut bantuan berupa 15 kolam budidaya sudah terpasang lengkap dengan saluran pembuangan, saluran penggantian air, serta terpasang jaring sebagai pelindung kolam. Sebagian kolam sudah dalam kondisi bagus dan siap untuk dilakukan penebaran benih. Penggunaan awal pH meter (kalibrasi) dan perawatan pH meter juga disampaikan oleh tim teknis.

Pada kesempatan ini, Bapak Ade Saifudin, selaku perwakilan dari DKP Kulon Progo menyampaikan beberapa hal penting dalam penanganan benih ikan. Diantaranya yaitu suhu air dalam kolam dalam keadaan optimal (28°C - 32°C), ukuran ikan seragam dan benih yang diterima harus sesuai dengan spesifikasi, ikan dalam kondisi sehat (lincah, tidak luka). Pihak kelompok menyampaikan bahwa mereka sudah membuat rencana pemeliharaan seperti, jadwal pemberian pakan dan jadwal penggantian air. Kelompok juga berharap dengan adanya bantuan ini akan diadakan pelatihan mengenai cara berbudidaya ikan dengan baik dan benar, manajemen pakan, serta penanganan apabila ikan sakit untuk menghindari kegagalan budidaya. (Putri Anggitasari H-MBKM UGM).

 

Sumber:

Hermawan, A., Amanah, S., dan Fatchiya. A. 2017. Partisipasi Pembudidaya Ikan dalam Kelompok Usaha Akuakultur di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan 13 (1): 1-13.