Monitoring Konservasi Penyu Abadi di Pantai Trisik

Kulon Progo - Pada hari Kamis (13/06/2024), Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo melaksanakan monitoring penangkaran penyu di Pantai Trisik. Penangkaran ini bernama “Konservasi Penyu Abadi” yang dikelola oleh masyarakat sekitar yang diketuai oleh Bapak Edi. Pantai Trisik merupakan salah satu tempat penting bagi penyu untuk bertelur. Spesies penyu yang sering dijumpai di Pantai Trisik antara lain penyu hijau dan penyu lekang. Pengamatan terbaru menunjukkan adanya peningkatan jumlah penyu yang bertelur di Pantai Trisik dikarenakan berkat upaya pelestarian yang berkelanjutan.

Metode yang digunakan dalam monitoring konservasi penyu termasuk pengamatan langsung seperti penilaian kualitas habitat dan observasi pantai terkait abrasi. Abrasi mengancam lokasi Konservasi Penyu Abadi di Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan pengamatan langsung, bangunan tempat penetasan telur penyu, pemeliharaan, dan akuarium penampung tukik (anak penyu) sebelum dilepas sejauh kurang 30 meter dari pantai yang kena abrasi. Kondisi fasilitas penangkaran penyu juga belum memadai. Kondisi bak penampung yang jarang dibersihkan karena keterbatasan sumber daya manusia yang mengelola perawatan kolam. Terdapat juga beberapa peralatan yang sudah rusak seperti pompa air, genset, jaringan lampu, atap kolam yang terbawa angin pantai, dan beberapa kolam yang bocor/pecah sehingga perlu adanya perbaikan.

Implementasi pengelolaan konservasi penyu di Pantai Trisik dilakukan karena pantai di daerah ini memiliki gelombang yang cukup tinggi yang dapat merusak sarang telur penyu dan mengancam keberhasilan penetasan telur penyu. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi untuk melindungi telur penyu dari bahaya gelombang dan ancaman lainnya. Kegiatan pengelolaan Konservasi Penyu Abadi di Pantai Trisik mencakup teknis peneluran penyu serta kegiatan pemantauan saat penyu bertelur pada saat air pasang penuh. Kegiatan konservasi yang dilakukan kelompok ini telah berlangsung lama. Seiring dengan Pantai Trisik yang terus menjadi lokasi penyu bertelur, warga yang khawatir dengan perburuan telur penyu memulai upaya konservasi. Mereka memindahkan telur-telur tersebut ke tempat penetasan, dan setelah menetas, tukik dilepas kembali ke laut.

Upaya konservasi penyu membawa manfaat ekologis yang signifikan, termasuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung keanekaragaman hayati. Penyu juga berperan sebagai indikator kesehatan ekosistem laut, sehingga keberadaan mereka sangat penting bagi kestabilan lingkungan. Pada akhirnya, monitoring konservasi penyu di Pantai Trisik tidak hanya berkontribusi pada pelestarian penyu itu sendiri, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang lebih luas. Melalui kerja sama antara peran masyarakat dan pemerintah dapat memastikan keberlanjutan penyu dan habitatnya untuk generasi mendatang.