Gerbang Segoro

Kebijakan Daerah pada program GERBANG SEGORO berorientasi pada Sistem Perekonomian yang Berbasis Kerakyatan (Bela Beli Kulon Progo). Inovasi GERBANG SEGORO di Kulon Progo berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Pokdakan, Poklahsar, Pokmaswas, dan KUB Nelayan yang terintegrasi hulu-hilir, tetapi GERBANG SEGORO juga sebagai simbol pintu masuk investasi bidang kelautan dan perikanan. Melalui pembangunan kelautan dan perikanan berbasis masyarakat di Kulon Progo yang terintegrasi hulu - hilir dan profesional dengan keunggulan, keunikan dan kearifan lokal mempunyai daya ungkit yang lebih kuat dalam mendorong arus balik Among Tani ke Dagang Layar sehingga akan ada nilai tambah dan peningkatan pendapatan di wilayah perdesaan.  Gerbang Segoro adalah gerakan membangun dengan semangat gotong royong yang dilakukan secara terpadu hulu hilir dilaksanakan secara bersama sama oleh masyarakat terutama nelayan, poklahsar, pembudidaya. Program ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu cecikal, bebakal dan tetinggal serta dilakukan bekerjasama dengan semua pihak baik masyarakat, swasta dan pemerintah imbuh beliau.  Program ini sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2022 lalu dengan Intruksi Bupati Kulon Progo Nomor 12 Tahun 2022 tentang Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong.

Gerbang Segoro sebagai konsep baru pengembangan kelautan dan perikanan Kulon Progo tidak hanya menjadi slogan saja, tetapi justru menjadi mindset budaya membangun di setiap warga Kulon Progo. Gerbang Segoro menjadi roh yang akan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di bidang kelautan dan perikanan sehingga terwujud Kulon Progo “BINANGUN” yaitu Beriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyub, Ulet, dan Nyaman.

Tujuan dari gerakan ini adalah:

  1. Meningkatkan semangat, kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan dengan membangun blumbang ikan untuk budidaya perikanan dalam mendukung lumbung mataraman dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kemandirian ekonomi,
  2. Meningkatkan semangat, kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan usaha penangkapan ikan baik di laut maupun di perairan umum tanpa menggunakan alat dan bahan yang dilarang.
  3. Meningkatkan semangat, kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan produksi perikanan budidaya maupun penangkapan ikan dari hasil produksi pelaku usaha Kulon Progo.
  4. Meningkatkan peran dan partisipasi kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok pengolah dan pemasaran (Poklahsar) dalam penyediaan sumber pangan melalui pemanfaatan blumbang ikan di pekarangan, serta hasil penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani bersumber ikan,
  5. Meningkatkan komitmen, kesadaran, peran dan partisipasi masyarakarat dalam menjaga Meningkatkan komitmen, kesadaran, peran dan partisipasi masyarakarat dalam menjaga kelestarian sumberdaya perikanan.
  6. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya.

 

 

TAHAPAN PEMBANGUNAN GERBANG SEGORO

Gerbang Segoro akan menjadi budaya membangun di Kulon Progo terutama sector kelautan dan perikanan. Budaya membangun Gerbang Segoro harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi hulu – hilir secara bertahap atau parallel melalui CECIKAL atau Tahap Penumbuhan, yaitu memperkuat sistem pengembangan usaha perikanan tangkap dan perikanan budidaya secara utuh hulu – hilir melalui penguatan kelembagaan kelompok perikanan, pengadaan prasarana dan sarana produksi, sekolah lapang dan temu usaha. Tahap berikutnya adalah BEBAKAL atau Tahap Pengembangan, yaitu memperkuat kelembagaan perikanan dalam mengakses informasi teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan serta pengolahan dan pemasaran melalui penguatan kapasitas pelaku / pengelola dan penguatan hilirisasi produk. Selanjutnya TETINGGAL atau Tahap Kemandirian, yaitu meningkatkan nilai tambah produk komoditas perikanan dan pendapatan kelompok perikanan melalui MoU dukungan pemerintah dan regulasi kebijakan, penguatan permodalan dan kelembagaan, pengembangan jaringan pemasaran, dan pengembangan pusat ekonomi daerah.

Dalam rangka mewujudkan pengembangan kelautan dan perikanan berbasis masyarakat di Kulon Progo yang handal melalui Gerbang Segoro dilakukan secara bertahap selama tiga tahun mulai tahap penumbuhan tahun pertama, tahap pengembangan tahun kedua, dan tahap kemandirian tahun ketiga direncanakan sebagai berikut:

  1. Cecikal / Penumbuhan yang merupakan tujuan jangka pendek, yaitu memperkuat sistem pengembangan kelautan dan perikanan secara utuh dan terintegrasi hulu-hilir berbasis masyarakat melalui penguatan kelembagaan kelompok/kemitraan, investasi prasarana dan sarana, serta temu usaha pengelola kelautan dan perikanan. Manfaatnya berfungsinya sistem pengembangan usaha kelautan dan perikanan secara utuh, efektif dan efisien.
  2. Bebakal / Pengembangan yang merupakan tujuan jangka menengah, yaitu memperkuat kelembagaan pengembangan usaha kelautan dan perikanan dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan dan pemasaran melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengelola kelautan dan perikanan, dan adanya koordinasi, sinkronisasi dan integrasi lintas sektor baik pusat dan daerah. Adapun manfaatnya adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan kewirausahaan kelembagaan, serta tersedianya dukungan prasarana dan sarana pengembangan usaha kelautan dan perikanan di daerah.
  3. Tetinggal / Kemandirian yang merupakan tujuan jangka panjang, yaitu meningkatkan nilai tambah produk pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang mengintegrasikan keunggulan, keunikan dan kearifan lokal melalui MoU dukungan Pemerintah, penguatan permodalan, pengembangan jaringan pemasaran, dan pengembangan usaha kelautan dan perikanan sebagai pusat pengembangan ekonomi wilayah. Manfaat yang akan dicapai adalah meningkatnya produksi dan produktivitas hasil kelautan dan perikanan, nilai tambah dan daya saing serta multiplier effect pengembangan usaha kelautan dan perikanan berbasis masyarakat.

 

 

GERBANG SEGORO BERLANDASKAN PENGUATAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT

Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, yaitu inovasi pengembangan kelautan dan perikanan hulu - hilir yang dijalankan secara terintegrasi dan profesional dengan melibatkan peran aktif masyarakat sesuai dengan keunggulan, keunikan dan kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong Berbasis Pemberdayaan Masyarakat yang pertama harus dilaksanakan adalah penguatan kelembagaan di bidang kelautan dan perikanan seluruh Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN), Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (POKLAHSAR) dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan, baik secara administratif, teknis budidaya, penangkapan dan pasca panen. Penguatan kelembagaan tersebut juga perlu didukung kelembagaan masyarakat lainnya seperti: Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Kelompok Tani (KT), Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kelompok Pengrajin, Kelompok Budaya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Selain itu juga dilakukan dengan pelatihan dan bimbingan teknis serta temu usaha bagi pengelola kelautan dan perikanan dan elemen masyarakat lainnya yang terkait dengan pengembangan kelautan dan perikanan.

Proses penguatan kelembagaan ini oleh Gerbang Segoro diakselerasi dengan memberikan fasilitasi permodalan dan bantuan prasarana dan sarana pengembangan kelautan dan perikanan sesuai dengan keunggulan, keunikan dan kearifan lokal wilayah setempat. Adanya dukungan koordinasi lintas sektor baik pusat dan daerah akan memberikan daya dorong pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang lebih kuat, misal adanya dukungan infrastruktur transportasi, prasarana dan sarana pengembangan kelautan dan perikanan seperti prasarana dan sarana perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. serta dukungan masyarakat dan LSM.

Upaya integratif ini dilakukan dalam menjawab tantangan dan upaya pelaksanaan pengembangan usaha kelautan dan perikanan di Kulon Progo. Upaya ini meliputi 5 (lima) aspek sbb.:

  1. Aspek perencanaan, yaitu bagaimana menyiapkan perencanaan pengembangan usaha kelautan dan perikanan berbasis masyarakat mempertimbangkan “keterkaitan desa–kota”, keunggulan, keunikan dan kearifan lokal
  2. Aspek infrastruktur, yaitu bagaimana menyiapkan infrastruktur pengembangan usaha kelautan dan perikanan secara merata dengan skala prioritasnya.
  3. Aspek sosial–budaya, yaitu bagaimana menyiapkan upaya penanganan perubahan kondisi sosial–budaya sebagai dampak pengembangan usaha kelautan dan perikanan.
  4. Aspek ekonomi, yaitu bagaimana menyiapkan pengembangan usaha kelautan dan perikanan berbasis masyarakat sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi Wilayah.
  5. Aspek menejemen, yaitu bagaimana membangun sistem pengelolaan pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang sistematis dan terstruktur untuk menciptakan Brand Pengembangan Usaha Kelautan dan Perikanan Kulon Progo.