IPDN Melakukan Studi Pemberdayaan Perempuan di Poklahsar Kulon Progo

Upaya pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan peran serta perempuan di Kulon Progo mendapat tanggapan positif dari pihak lain di luar stake holder dari Kulon Progo. Salah satunya terlihat dari salah satu penelitian yang dilakukan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan topik pemberdayaan perempuan dan hubungannya dengan pembangunan sektor kelautan dan perikanan Kulon Progo.

Penelitian ini dilakukan olah Sudarmono, S.STP., M.Si., Ph.D., Drs. Jojo Juhaeni, M.M., dan Abdurrohim, S.Sos., M.Si. dari Fakultas Politik Pemerintahan dari IPDN. Penelitian dilaksanakan pada Hari Jumat sd Minggu tanggal 8 sd 10 Maret 2024. Penelitian ini dilakukan dengan judul proposal Representasi Kelompok Perempuan dalam Perikanan Skala Kecil pada Masyarakat Nelayan Perkotaan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan pada 8 Maret 2024, kemudian dilanjutkan dengan survei penelitian ke lapangan pada tanggal 9 sd 10 Maret 2024. Setidaknya terdapat 10 poklahsar yang digunakan sebagai sampel penelitian, salah satunya adalah Poklahsar Mekar Sari di Banaran, Galur.

Dalam penyampaian rencana penelitian pada Kepala Dinas, Sudarmono selaku ketua tim menyampaikan 3 (tiga) tujuan dari penelitian ini yaitu Analisis karakteristik representasi dan aktualisasi perempuan, Analisis artikulasi rantai pasok pengolahan dan pemasaran dan Analisis daya adaptasi kelompok perempuan terhadap perubahan sosial ubanisasi. “Kami ingin memahami representasi kelompok perempuan diantara komunitas perikanan lain seperti komunitas nelayan urban,” ujarnya.

Kepala DKP KP menyambut baik kegiatan penelitian ini dan mengutarakan keterbukaanya dalam penelitian yang dilakukan. Beliau juga menyampaikan program DKP dalam membangun sektor kelautan dan perikanan serta upaya pemberdayakan perempuan untuk berperan di sektor ini. Kata beliau, “Gerbang Segoro sebagai program utama dalam menggerakkan pelaku usaha perikanan perempuan.” Memang sejak program ini digulirkan pada tahun 2022, Gerbang Segoro menekankan bagaimana perempuan dapat lebih berkiprah dalam kegiatan usaha perikanan. “Jika pada suatu keluarga perempuan berperan lebih, maka otomatis seluruh keluarga akan ikut mendukung upaya tersebut,” Ir Trenggono Trimulyo, MT., Kepala Dinas memberikan statement lanjutan.

Ketiga peneliti ini pada hari berikutnya melakukan studi lapangan untuk proses pengambilan data. Salah satu poklahsar yang didatangi adalah Ibu Ekawati Murdaningsih, Ketua Poklahsar Mekar Sari, Nepi, Kranggan, Kapanewon Galur. Wawancara kepada poklhasar ini meliputi bermacam aspek pendataan latar belakang individu, inovasi pengembangan usaha, permodalan, jaringan bisnis, akses terhadap bantuan serta dinamika bisnis dari usaha pengolahan ikan.  “Kami melakukan usaha pengolahan ikan terutama lele asap dan jenis lain seperti aneka produk berbasis roti dan keripik,” ujar Sang Ketua Poklahsar. Pada kesempatan ini pula poklahsar menyampaikan inovasi dari kelompok berupa olahan Donat Lele. Olahan ini mendapat apresiasi juara dua dalam lomba kreativitas dan inovasi masyarakat tingkat kabupaten, Anugerah Kreanova Kabupaten Kulon Progo Tahun 2023.

Pada kesempatan ini pula, Dukuh Nepi, Mulato Suwasono Meidi ikut menyambut kegiatan wawancara dan menyampaikan program di tingkat padukuhan dalam meningkatkan peran serta perempuan di padukuhan. “Kami dari padukuhan juga mengucapkan terima kasih atas penelitian ini, semoga dapat membawa dampak baik. Untuk Nepi khususnya dan untuk masyarakat luas di Indonesia,” pungkasnya.

Maju Terus Perikanan Kulon Progo!

Salam Kompak: Kompetitif, Profesional, Akuntabel!
Gerbang Segoro: Siyogo, Sendiko, Mulyo!

Penulis: Isna Bahtiar, S.Kel., M.Ec.Dev.