PELATIHAN HAMA PENYAKIT IKAN TAHUN 2024

Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Pembudidayaan Ikan sub kegiatan Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya dalam 1 (satu) daerah Kabupaten/Kota telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Hama Penyakit Ikan pada tanggal 25 Juni 2024 di Pasar Ikan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan Pokdakan yang ada di 12 (dua belas) Kapanewon yang ada di Kabupaten Kulon Progo, beserta petugas perikanan yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo.Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dalam hal Kesehatan ikan seperti manajemen kualitas air budidaya, penyakit pada ikan lele dan gurami, tantangan serta hambatan budidaya lele dan gurami di Kabupaten Kulon Progo.Penyakit ikan merupakan salah satu hambatan terbesar dan dapat merugikan usaha budidaya ikan.

Pembicara pertama yaitu Dr. Hardaningsih menyampaikan terkait manajemen kualitas air untuk perikanan budidaya,  dimana disampaikan beberapa hal sebagai berikut :Hal terpenting dalam budidaya ikan adalah bagaimana menjaga kualitas air karena jika ikan sdh terserang penyakit sangat sulit untuk disembuhkan atau dengan kata lain lebih baik mencegah daripada mengobati. Pembudidaya harus selalu mengamati perkembangan kondisi air budidayanya serta mencatat berbagai hal-hal sehingga menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut jika terdapat hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan melakukan manajeman kualitas air yang baik apalagi bisa melakukan budidaya dengan metode resirkulasi maka keuntungan berbudidaya ikan akan semakin tinggi.

Pembicara kedua yaitu Indah istiqomah, SPi, MSi, Phd yang menyampaikan terkait penyakit lele dan gurami, Dimana hal-hal yang disampaikan adalah : Pencegahan penyakit ikan lebih utama dibandingkan dengan pengobatan, karena selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit , ikan pun sangat sulit untuk diobati. Penggunaan obat ikan harus dilihat apa penyebabnya karena penyakit ikan ini bisa disebabkan oleh parasit, bakteri dan virus sehingga obatnya pun berbeda. Penggunaan garam sangat dianjurkan untuk ikan-ikan yang terserang peyakit karena parasit, Dimana sebelum dilakukan  pengobatan air dikurangi dulu kemudian diberi garam dosis tinggi 50 gr/m3 ditunggu beberapa saat, sehingga air garam mengenai  ikan setelah itu dilakukan penambahan air , pengobatan dilakukan secara terus menerus selama 5 hari untuk memutus kista atau telur dari parasit.

Pembicara ketiga yaitu Wagiran yang merupakan praktisi perikanan budidaya di kabupaten kulon progo yang menyampaikan terkait tantangan berbudidaya gurami di Kabupaten Kulon Progo.  Pembudidaya gurami harus bisa mencari solusi untuk menambah pakan melalui hijauan sehingga akan mengurangi biaya pakan, karena biaya pakan ini akan menghabiskan 70 % dari komponen biaya produksi. Jenis pakan hijauan yang bisa diberikan seperti kangkung, daun singkong, daun papaya .Kemudian pembudidaya gurami harus bisa mencari solusi untuk meningkatkan harga jual seperti dibuat olahan seperti dibuat asam manis, pepes gurami dan fillet ikan gurami, dll. Pembicara selanjutnya adalah Nana Suryana yang merupakan praktisi perikanan di Kabupaten Kulon Progo, yang menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Budidaya lele sekarang mendapat tantangan terbesar adalah mahalnya harga pakan ikan, sementara harga jual relatif stabil. Musim pancaroba saat ini harus bisa diantisipasi oleh pembudidaya  sehingga ikan-ikan lele yang dipelihara tetap sehat .Bibit ikan yang dihasilkan oleh Pembenih dari Pokdakan Mina Tirta Laras Krembangan Panjatan ini banyak yang dipasarkan ke luar Kulon Progo, karena permintaan di dalam Kulon Progo yang relatif lesu.Tantangan terberat dalam usaha pemasaran lele adalah kontinyu produk, karena seringkali panen bersamaan, perlu diatur waktu panen sehingga tidak terjadi overload lele di pasaran. (Siti Khoiriyah, S.Pt.)