PELATIHAN POKDAKAN WANITA

Di Tahun 2024 ini dengan biaya dari Dana Keistimewaan telah dilaksanakan kegiatan pelatihan podakan wanita pada tanggal 24 dan 26 Juni 2024 di Aula Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Kulon Progo dan Pasar Ikan Nanggulan (PIN). Kegiatan ini diikuti oleh pokdakan penerima bantuan hibah sarana dan prasarana berupa kolam bulat, benih ikan lele dan gurame, pakan ikan, probiotik, ph meter, dan thermometer. Peserta pelatihan yaitu Pokdakan Mina Baon (Banguncipto, Sentolo, Pokdakan Mina putri mandiri (Banjarharjo, Kalibawang), Pokdakan Sumber Mina (Kebonharjo, Samigaluh), Pokdakan sumber rejeki (Kedungsari, Pengasih) dan Pokdakan Sumber Ulam (Jatirejo, Lendah). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pokdakan wanita terkait budidaya ikan mulai dari persiapan kolam, manajemen budidaya, manajemen kualitas air, manajemen pakan, serta hama penyakit ikan dan pembuatan probiotik.

Narasumber  pertama yaitu Dr. Senny Helmiaty, SP.i., MSc (Dosen Perikanan UGM) menyampaikan terkait manajemen pakan untuk perikanan budidaya,  Kebutuhan pakan mencapai 70% dari biaya produksi, sehingga semakin bisa meminimalkan biaya pakan maka usaha budidaya semakin berhasil.yang perlu lakukan oleh anggota yaitu perlunya pencatatan dan penghitungan dalam pemberian pakan. Hindari kolam jangan sampai pekat sekali dan bau ammoniak, sehingga penggunaan probiotik air juga diperlukan.Narasumber kedua yaitu Astuti, SP  dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIYogyakarta yang menyampaikan terkait penyakit ikan  lele dan gurami serta  pembuatan probiotik, Dimana hal-hal yang disampaikan antara lain Pencegahan penyakit ikan lebih utama dibandingkan dengan pengobatan, karena selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit , ikan pun sangat sulit untuk diobati.. Penggunaan obat herbal seperti bawang putih, daun pepaya, mengkudu bisa dilakukan jika penyakit nya diakibatkan oleh bakteri atau bisa juga untuk immonostimulan. Penggunaan garam sangat dianjurkan untuk ikan-ikan yang terserang peyakit karena parasit, Dimana sebelum dilakukan  pengobatan air dikurangi dulu kemudian diberi garam dosis tinggi 50 gr/m3 ditunggu beberapa saat, sehingga air garam mengenai  ikan setelah itu dilakukan penambahan air , pengobatan dilakukan secara terus menerus selama 5 hari untuk memutus kista atau telur dari parasit.

Narasumber ketiga yaitu Dr. Hardaningsih yang merupakan praktisi perikanan budidaya di D.I.Yogyakarta  yang menyampaikan terkait  Manajemen Budidaya Lele dan Gurami . Kontruksi kolam sangat penting, terutama harus bisa untuk membuang kotoran ikan dan sisa limbah pakan, sehingga kolam central drain sangat tepat dipilih untuk menjadi wadah budidaya. Sebaiknya dilakukan grading dalam masa pemeliharaannya, sehingga diharapkan akan efisien dalam pemberian pakan. Agustus adalah bulan kritis, dimana air tidak mengalir, kemudian temperatur siang panas dan malam dingin sehingga pada bulan tersebut perlu dilakukan tindakan untuk menghindari ikan stress. NArasumber keempat adalah Dr. Dessy Putri Handayani, MSi  (Dosen Perikanan UGM)  yang menyampaikan tentang manajemen kualitas air. Air yang baik/berkualitas  untuk budidaya ikan yaitu air yang sesuai dengan kondisi optimum fisika air, dimana yang diukur adalah Oksigen terlalut dalam air, Ph, Suhu Air kolam dan salinitas .Pergantian air sebaiknya dilakukan 2 smp 3 hari sekali, kecuali saat mendekati panen 2 kali sehari.Lele lebih tahan dengan kualitas air buruk dibandingkan dengan jenis ikan lainnya  Berbudidaya ikan yang utama adalah menjaga kualitas air agar sesuai dengan kondisi optimum lingkungan yang diinginkan ikan untuk tumbuh dan berkembang. (Melani C, S.Pi.)