MENGENAL VARIETAS BARU IKAN DAN UDANG

Pada tahun 2023, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia meluncurkan beberapa varietas unggul baru dalam sektor perikanan. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil perikanan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan. Berikut adalah beberapa varietas unggul yang diperkenalkan:

1. Ikan Patin Pustina

Varietas ini dilepaskan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 180 Tahun 2023 pada tanggal 9 November 2023, merupakan jenis ikan baru yang merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam,  Jambi. Awal koleksi dilakukan pada tahun 2009 dengan daerah asal Riau, Jambi, Lampung, Bogor, Bekasi, Subang, Mandiangin, Kambojan dan Vietnam. Keunggulan dari varietas ini ialah tumbuh cepat.

Umur pertama pematangan gonad untuk induk jantang ialah 10 bulan sedangkan betina 20 bulan. Teknis pemijahan dilakukan secara buatan dan musim pemijahannya bergantung musim. Fekunditas (butir telur/induk) sebanyak 253,025±52,742.  Perbandingan jantan dan betina 45:55 dan dapat menghasilkan derajat pembuahan sebanyak 67,88±10,93%. Rematurasi induk untuk jantan 1 bulan dan betina 2 bulan.

Ikan Patin Pustina yang tumbuh lebih cepat dan efisien dalam memanfaatkan pakan dapat menurunkan biaya produksi sehingga meningkatkan profitabilitas bagi pembudidaya ikan patin.

2. Udang Vaname NuSa Dewa

Varietas ini dilepaskan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 181 Tahun 2023 pada tanggal 9 November 2023, merupakan jenis udang baru yang merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem, Bali. Awal koleksi dilakukan pada tahun 2018 dengan daerah asal Kabupaten Situbondo (VN1) dan Kabupaten Karangasem, Bali. Keunggulan dari varietas ini ialah tahan terhadap infeksi White Spot Syndrom Virus.

Umur pertama pematangan gonad untuk udang jantang ialah 6 bulan sedangkan betina 5 bulan. Teknis pemijahan dilakukan secara alami dan musim pemijahannya sepanjang tahun. Fekunditas (butir telur/induk) sebanyak 153.478±50.604 – 249.696±84.584.  Perbandingan jantan dan betina 1:1 dan dapat menghasilkan derajat pembuahan sebanyak 90 -95%. Rematurasi induk untuk jantan 10-15 hari dan betina 5-7 hari.

Budidaya udang vaname dengan strain tahan White Spot Syndrom Virus dapat dibudidayakan di masyarakat dengan nilai R/C sebesar 1,59. Peningkatan pendapatan petambah secara signifikan rata-rata 52,4% per siklus tebar. Dapat dikembangkan pada lingkungan budidaya Indonesia, termasuk di area zona merah yang mudah terkena penyakit.

3. Ikan Nila Sakti

Varietas ini dilepaskan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 182 Tahun 2023 pada tanggal 9 November 2023, merupakan jenis ikan baru yang merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Awal koleksi dilakukan pada tahun 2012, dengan daerah asala Kenya, Filipina, Jepang, Jambi, dan Sukabumi. Keunggulan dari varietas ini ialah tumbuh cepat dan tahan terhadap Streptococcis agalactiae dan Aeromonas hydrophila.

Umur pertama pematangan gonad untuk ikan jantang ialah 4 bulan sedangkan betina 5 bulan. Teknis pemijahan dilakukan secara alami dan musim pemijahannya sepanjang musim. Fekunditas (butir telur/induk) sebanyak 3.669.  Perbandingan jantan dan betina 1:3. Rematurasi induk untuk jantan 2 minggu dan betina 3 minggu.

Varietas ini memiliki rasio penggunaan pakan yang relatif rendah serta relatif lebih tahan penyakit sehingga secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya. Diharapkan dapat dipelihara pada air tawar hingga air payau sehingga dapat digunakan sebagai langkah remediasi tambak. Selain itu, dengan tingkat ketahanan penyakit yang tinggi akan menurunkan penggunaan obat yang berdampak negatif pada lingkungan.

Masyarakat dan para pelaku usaha perikanan diharapkan dapat memanfaatkan varietas unggul ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan di masa depan.