Dalam upaya edukasi kepada masyarakat dan pelestarian penyu di Pantai Kulon Progo, maka Saka Bahari DIY bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, BKSDA dan LANAL Yogyakarta melaksanakan pelepasliaran tukik di Pantai Bugel Panjatan pada hari Minggu (02-07-2023).
Tukik yang dilepasliarkan sebanyak 147 ekor, dengan jenis penyu lekang, merupakan hasil penangkaran telur penyu yang dilakukan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Bugel Peni, Bugel Panjatan. Salah satu POKMASWAS yang aktif dalam pengawasan dan pengamanan telur penyu, bila ada laporan masuk dari masyarakat tentang adanya penyu yang bertelur di sepanjang Pantai Bugel Panjatan. Karena Pantai Bugel merupakan salah satu tempat yang disukai Penyu untuk bertelur, sehingga Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Bugel Peni setiap saat melakukan pemantauan, pengawasan dan pengamanan dengan penangkaran agar telur telur penyu dapat menetas dan menjadi tukik untuk dapat dilepasaliarkan.

Pelepasaliaran tukik menjadi salah satu agenda kegiatan rutin Saka Bahari DIY agar anggota Saka Bahari lebih mengenal dan mencintai dengan menjaga dan melindungi penyu, karena potensi konservasi penyu khususnya di Kulon Progo cukup tinggi. Sehingga pada pelepasliaran tukik di Pantai Bugel, Saka Bahari DIY mengirimkan peserta dari Pasukan Saka Bahari Kota Yogyakarta dan Saka Bahari Kulon Progo sebanyak 50 orang.
Dalam kesempatan tersebut Kolonel Laut (KH/W) Devi Erlita, M.M., M.Tr.Hanla, Komandan Lanal Yogyakarta, menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Bugel Peni yang telah konsisten secara aktif mengamankan dengan menangkarkan telur penyu sehingga bisa dilepasliarkan kembali, serta memberikan pesan kepada anggota Saka Bahari agar tetap semangat dalam meningkatkan prestasi.
Sebelum kegiatan pelepasliaran tukik diberikan penjelasan cara melepas liarkan tukik oleh Wakhid Purwosubiyantara STP, MM Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pengelolaan TPI Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, ”Tukik sebaiknya dilepaskan dengan kepala tetap menghadap ke daratan, dan biarkan tukik berbalik dan berjalan sendiri menuju ke laut lepas, dengan harapan tukik dapat mengingat pesisir dan semoga kembali ke daratan tempat dimana dia menetas “

Selain itu dalan pelepasan tukik tersebut juga dihadiri oleh Ir Bayu Mukti Sasongka M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY beserta jajaran, Ir Trenggono Trimulyo MT, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo beserta jajaran dan Purwanto, BKSDA Yogyakarta serta diikuti ratusan pengunjung wisatawan di Pantai Bugel Panjatan yang antusias ikut dalam pelepasliaran tukik.
Salah satu pengunjung yang hadir dari Galur, Syifa menyatakan “ saya pertama kali diajak untuk melepas tukik di pantai, saya senang dan bangga menjadi bagian upaya melestarikan penyu di Kulon Progo, semoga penyu mampu bertahan hidup di lautan dan kembali ke pantai ini untuk bertelur”
Notulis : R Wakhid Purwosubiyantara, STP MM