Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Flag Off “NGULIR BUDI”

Admin Web OPD
Berita
26 Mei 2025 00:43:32

Image Berita


Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah meluncurkan kegiatan Ngulir Budi Ngupaya Hulu-Hilir Budidaya Iwak” yang merupakan “pengejowantahan” dari konsep Integrated Fish Farming (IFF) menuju terwujudnya edu-fisheries (wisata edukasi berbasis perikanan). Flag off Ngulir Budi ditandai dengan penyerahan secara simbolis Bantuan Hibah Masyarakat “Ngu;ir Budi” oleh Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. kepada kelompok masyarakat  penerima yakni Pokdakan Siti Mina, Siwalan, sentolo, Kulon Progo senilai 350 juta rupiah yang bersumber darai Dana Keistimewaan (21-05-2025). Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun instalasi Ngulir Budi mulai dari kegiatan hulu sampai dengan kegiatan hilir sesuai ketersediaan dana dengan asas prioritas kebutuhan.

Kegiatan Ngulir Budi terbagi dua, yakni kegiatan hulu perikanan berupa budidaya benih ikan, budidaya pakan alami ikan (cacing sutera, daphnia, rotifera, green-food), dan budidaya pembesaran ikan, sedangkan kegiatan hilir perikanan berupa wisata pemancingan, pengolahan dan pemasaran ikan (Unit Pengolah Ikan / UPI), serta eduwisata perikanan bagi masyarakat khususnya para pelajar. Tahap selanjutnya juga telah ditumbuhkan Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) sumber daya perikanan, dan akan ditumbuhkan KUB Nelayan Perairan Umum. Lokasi pilot project pertama Ngulir Budi berada di kawasan wisata tebing Watubulus, Sentolo yang akan mengintegrasikan seluruh aktifitas perikanan dan wisata sehingga akan menjadi miniatur kegiatan lapangan Dinas Perikanan dan Kelautan dalam satu lokasi. Dengan demikian kunjungan dari dinas / instansi luar daerah dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai pembangunan usaha perikanan di Kabupaten Kulon Progo cukup dengan burkunjung di satu lokasi saja.

Bupati Kulon Progo dalam sambutan pidatonya memberikan arahan agar Pokdakan Siti Mina dapat memanfaatkan fasilitas Ngulir Budi tersebut untuk membangun usaha ekonomi produktif yang lebih efektif sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok. Dengan konsep Ngulir Budi tentunya benefit usaha lebih besar karena akan menerapkan prinsip cyclic product management, dimana usaha perikanan dalam Ngulir Budi memanfaatkan limbah untuk “diuangkan”.

Ngulir Budi dapat digambarkan sebagai berikut : budidaya pembenihan ikan akan dilanjutkan dengan budidaya pembesaran ikan dalam satu lokasi yang akan meningkatkan kelulushidupan benih (tidak perlu adaptasi & meminimalisasi efek negatif transportasi benih). Budidaya pembesaran akan jauh lebih efektif dan efisien karena kualitas benih secara internal dapat dijamin dan bisa lebih dipastikan (seinduk, seumur, seukuran). Kontinuitas usaha dapat diwujudkan karena telah memproduksi benih ikan sendiri dalam satu lokus (benih selalu ready stock). Keuntungan selanjutnya adalah dengan memanfaatkan limbah budidaya pembesaran dan pengolahan ikan. Buangan air limbah yang banyak mengandung zat-zat organik akan dialirkan menuju sawah budidaya cacing sutera yang merupakan pakan alami untuk benih ikan. Apabila over product cacing sutera bernilai ekonomis tinggi yang dapat dijual segar guna meningkatkan pendapatan kelompok. Pruduk dari budidaya pembesaran ikan langsung ditampung di Gudang penampung ikan yang siap sedia melayani pembelian ikan segar/hidup. Apabila terjadi over product ikan pembesaran akan diolah di instalasi Unit Pengolah Ikan (UPI) menjadi produk baru yang beraneka ragam dan awet. Keuntungan berikutnya semua proses di atas dapat menjadi wahana pembelajaran bagi para pelajar untuk mempelajari secara factual usaha budidaya perikanan. [syd/2025]

Source: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kulon Progo

WhatsApp Chat