Rabu, 16 Juli 2025, bertempat di Balai Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang telah dilaksanakan Focis Group Discussion (FGD) antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Akademi Perikanan Yogyakarta. Pihak Pemerintah Kabupaten Kulon Progo diwakili oleh beberapa Perangkat Daerah terkait yaitu : Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta. Dinas Pariwisata
Dalam sambutannya, Direktur Program Studi Budidaya Perairan Akademi Perikanan Yogyakarta Dr.Ir. Haris Noordin, M.Sc menyampaikan bahwa tahun 2025 ini Akademi Perikanan Yogyakarta melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Pengembangan Kapasitas Desa Wisata Kalisentul dengan mengangkat konsep AGROEDUWISATA.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian
Haris Noordin menyampaikan bahwa Dusunn Kalisentul Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang dipilih menjadi lokus kegiatan karena mempunyai potensi yang memadai. Kemudian berdasarkan potensi tersebut kemudian dipetakan dan dirumuskan konsep kegiatan yang paling sesuai dan diharapkan tingkat keberhasilannya tinggi adalah Pengembangan Desa Wisata berbasis pertanian dalam arti luas (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Perikanan).
Dalam sambutannya Haris juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan bisa berjalan baik dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan bisa berkelanjutan.
Dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Dinas yaitu Heni Hernawati , SP,M.Si menyampaikan bahwa dengan potensi ketersediaan air yang cukup melimpah di Dusun Kalisentul, maka sangat dimungkinkan untuk dilaksanakan budidaya ikan air tawar.
Heni menyampaikan bahwa penumbuhan dan peningkatan kapasitas kelompok pembudidaya ikan menjadi hal yang sangat krusial dalam menunjang keberhasilan kegiatan budidaya ikan. Heni juga menyampaikan bahwa Dusun Kalisentul bisa belajar dari wilayah/dusun lain di Banjarharjo yang telah terlebih dahulu berhasil dalam kegiatan budidaya ikan yang dalam kesempatan tersebut juga dikuatkan oleh Lurah Banjarharjo dengan memberikan contoh keberhasilan budidaya lele di Dusun Salam yang pada akhirnya menjadi inisiasi terbentuknya KSPP (Kawasan Sentra Produksi Perikanan).
Diskusi juga disampaikan dari Dinas Pertanian dan Pangan serta dari Dinas Pariwisata sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok fungsi masing-masing Dinas.
Acara FGD diakhiri pada pukul 12.15 dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Dusun Kalisentul, Banjarharjo.
Penulis : RR. Heni Hernawati, S.P., M.Si.