Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

MEMANFAATKAN EL-NINO DALAM PERIKANAN BUDIDAYA

Admin
Artikel
21 September 2023 00:00:00

Image Berita


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak yang luar biasa untuk kehidupan manusia baik dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif perkembangan teknologi  modern yang telah merambah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini membuat akses informasi semakin mudah, cepat, dengan jangkauan yang semakin luas. Adanya fenomena alam yang disebut El Nino, La Nina, dan Indian Ocean Dipole menjadi isu hangat dalam pembicaraan masyarakat Indonesia. Salah satu intormasi mengenai hal tersebut adalah : El Nino tercatat menurunkan produksi padi di Indonesia antara 1 hingga 5 juta ton sejak 1990-2020. Jika tidak diantisipasi dan dimitigasi dengan strategi yang baik, kekeringan akan menjadi bencana. Bahkan tak tertutup kemungkinan mendatangkan dampak lain seperti gagal panen, krisis air bersih, kebakaran lahan, dan akan berpengaruh langsung pada keberlanjutan ketahanan pangan nasional (ROL, 6/3/2023)

El Nino diibaratkan seperti ‘koin iklim’ yang memiliki dua sisi. Sisi pertama bernama El Niño-Southern Oscillation, atau ENSO yang membawa iklim kering ke bumi (ancaman bencana kekeringan), sedangkan sisi lainnya adalah La Nina yang membawa iklim basah ke bumi (ancaman bencana banjir). Siklus ini secara umum berulang secara periodik setiap 4 tahun sekali. Apabila tidak dimitigasi dengan benar disertai strategi yang matang dalam menghadapinya, maka akan terjadi dampak yang sangat merugikan bagi semuanya. Oleh karena itu wajib bagi setiap stake holder mempersiapkan kebijakan yang akurat untuk meminimalisasi dampak negatif dari fenomena alam dimaksud.

Dalam sub sektor perikanan budidaya, air menjadi faktor utama keberhasilan usaha, bahkan perikanan budidaya filosofi sesungguhnya adalah budidaya air, apabila air sebagai media kehidupan ikan dikelola dengan baik dan benar, maka ikan apapun akan tumbuh dan menghasilkan keuntungan yang optimal. Lalu bagaimana strategi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam menyiasati fenomena alam tersebut ?

PERTAMA, dilakukan sosialisasi kepada segenap kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) agar memahami dengan seksama fenomena alam yang disebut El Nino, La Nina, dan Indian Ocean Dipole sehingga diketahui karakternya agar dapat dilakukan langkah-langkah / treatment yang tepat. Dengan demikian usaha budidaya ikan tetap berjalan dengan resiko minimal, bahkan didapat keuntungan tambahan dari munculnya fenomena iklim dimaksud.

Rumus kunci yang harus difahamkan adalah : bagaimana caranya agar saat kekeringan jangan sampai kekurangan air, dan saat banyak air jangan sampai kebanjiran.

KEDUA, dilakukan coaching clinic di lapangan, dengan cara meninjau lokasi budidaya ikan pada kelompok pembudidaya ikan yang rawan terdampak (karena elevasi tanah, ketersediaan sumber air, fluktuasi suhu siang-malam yang ekstrim), mendiskusikan cara antisipasi iklim : menentukan posisi dan kapasitas kolam tampungan air, mengatur sistem dan alur drainase, menyediakan portal konsultasi online (web dinas, portal IkanKu, hotline seluler, WA-WAG) untuk penanganan penyakit ikan, penyediaan fasilitasi monitoring dan uji kualitas air, fasilitasi analisa lanjutan ke laboratorium, penyediaan sarana prasarana budidaya berbasis pertimbangan resiko (DAYAINDRA), serta pengaturan tata tebar ikan yang tepat (tepat waktu, tepat musim, tepat ukuran).

KETIGA, pemberdayaan asosiasi kelompok pembudidaya ikan. Asosiasi pokdakan beranggotakan seluruh pembudidaya ikan se-Kabupaten kulon Progo sebagai sarana komunikasi, tukar menukar informasi dan pengalaman, sarana rembug usaha untuk mengoptimalkan keberhasilan budidaya ikan. Dalam asosiasi ini terdapat tokoh-tokoh perikanan yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia budidaya ikan sehingga telah teruji dan berhasil menghadapi hadirnya iklim secara periodik seperti El Nino, La Nina, dan Indian Ocean Dipole. Mereka dapat membagikan tips and trick dalam mensiasati iklim sehingga budidaya ikan tetap eksis dan berkembang.

KEEMPAT, mengalokasikan dan mengusahaan tambahan anggaran untuk pengembangan budidaya perikanan melalui penganggaran APBN, APBD, Dana Keistimewaan, CSR dan dana-dana lain yang tidak mengikat. Upaya pengikitsertaan asuransi usaha, asuransi pembudidaya ikan, dan konektifitas dengan Baznas untuk pemberdayaan dhuafa’ ke sub sektor usaha perikanan budidaya.

Apabila langkah-langkah antisipatif dan langkah-langkah praktis tersebut dapat dilakukan dan menjadikan usaha perikanan budidaya di Kulon Progo tetap eksis dan bertahan pada musim El Nino, La Nina, dan Indian Ocean Dipole, maka bukan kerugian lagi yang didapat, melainkan keuntungan yang meningkat karena stock ikan terbatas sementara permintaan tetap bahkan meningkat. Tetep untung, bejo, bathi tur tambah makmur. Aamiin.

 

Penulis : Suryadi, S.Kel

Source: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kulon Progo

WhatsApp Chat