Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo terus melakukan monitoring dan evaluasi kepada kelompok pembudidaya ikan di Kulon Progo dalam rangka meninjau pemanfaatan, serta keberlanjutan bantuan hibah yang telah diberikan. Monitoring dan evaluasi kali ini dilakukan pada 7 Maret 2023, serta ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembudidaya Ikan, Bapak Suryadi, S. Kel. beserta staf. Terdapat 2 Kelompok yang dikunjungi pada Monev kali ini.

(Gambar 1. Lokasi Budidaya Kelompok Karya Mina)
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kelompok Karya Mina di Kelurahan Giripurwo, kecamatan Girimulyo. Kelompok Pembudidaya Ikan Karya Mina saat ini memiliki 21 kolam di 2 titik yang berbeda. Ikan yang dibudidayakan adalah ikan lele, nila, gurame, hingga gabus. Kelompok ini menghadapi beberapa kesulitan, salah satunya karena pandemi. Ketika awal pandemi, kelompok ini mengalami kesulitan karena pemasaran. Saat itu, kolam terlalu padat dan lele sudah terlalu besar hingga tiga ekor lele dapat mencapai berat satu kilo. Kemudian, ketika hujan turun lele lele tersebut selalu naik ke permukaan padahal sebelumnya sudah diberikan garam. Selain itu, ketika pandemi harga lele jauh dibawah harga standar dan pokdakan ini mengalami kerugian. Masalah lain yang dihadapi adalah data administrasi kelompok, seperti tebar benih dan panen tidak lengkap. Maka dari pihak penyuluh dan dinas menekankan kembali mengenai pentingnya data administrasi untuk keberlangsungan kegiatan perikanan budidaya.
Saat ini, Kelompok Karya Mina mengalami kekurangan stok ikan nila. Hal ini disebabkan minat masyarakat kepada ikan nila jauh lebih tinggi dibandingkan ikan lele. Bahkan sering mengalami kekurangan stok ikan nila setiap harinya. Padahal satu hari selalu menyiapkan 10 kilogram ikan nila. Sementara ikan lele, 50 kilogram ikan lele belum tentu habis dalam waktu 3 hari. Sehingga pemasar kelompok Karya Mina, sering mencari ikan nila di pembudidaya ikan lain untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan begitu pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo memberikan saran untuk melakukan analisis pasar mengenai ikan apa yang memiliki nilai ekonomi dan peminat tinggi di sekitar daerah Kabupaten Kulon Progo. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan komoditas yang akan dibudidaya.

(Gambar 2. Tempat budidaya Kelompok Sumber Mina)
Lokasi kedua yang dikunjungi merupakan kelompok Sumber Mina. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok yang dapat dikatakan unik. Hal ini dikarenakan anggotanya berisi wanita dan pria. Kelompok ini memiliki beberapa kolam yang terpisah dengan fokus utama komoditas ikan lele. Setelah melakukan beberapa diskusi, diketahui bahwa kegiatan budidaya yang dilaksanakan kelompok ini sudah dapat dikatakan baik. Maka dari itu, Kelompok Sumber Mina direncanakan akan mendapat bantuan untuk Budidaya dalam Ember (BUDIDAMBER).
Bantuan budikdamber diharapkan ditempatkan dalam satu lokasi agar dropping benih lebih mudah dan mengurangi resiko kematian. Misal jika mau di bagi keberapa lokasi maksimal 2 lokasi yang mudah dijangkau dari segi air dan segala kebutuhan lainnya.
Pencatatan kegiatan budidaya itu sangat penting. Dimana jumlah bibit yang digunakan dan manajemen pakan harus sesuai agar dapat menentukan usaha ini menguntungkan atau merugikan. Jangan sampai ketika sudah diberi ember dan bantuan lainnya, tetapi hanya tahan beberapa hari. Dalam satu ember budidamber nantinya akan diisi 40 ekor ikan lele. Lalu sebagai penutup pertemuan ini, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo menegaskan kembali bahwa penting untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan budidaya dari penerimaan bantuan, pemberian pakan, hingga pasca panen.
Kontributor :
Candrika Kumaralita Widitawati
Ervina Tesmaningrum
Mahasiswa Magang dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka